Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Penjelajah AS Selamat Dramatis Usai 9 Hari Terjebak di Gua Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang penjelajah asal Amerika Serikat, Mark Dickey, berhasil diselamatkan setelah sembilan hari terjebak di dalam gua sempit di pedalaman Turki pada Selasa (12/9).
Dickey terjebak di gua sedalam 1.000 meter di wilayah Pegunungan Taurus, selatan Turki, yang terpencil. Ketika diselamatkan, Dickey mengalami pendarahan internal.
Operasi sulit ini melibatkan tim penyelamat internasional beranggotakan ratusan orang.
"Mark Dickey dievakuasi dari pintu keluar terakhir gua tersebut," ucap Federasi Caving Turki dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Selasa (12/9).
Penjelajah AS berusia 40 tahun itu mengalami masalah perut saat melakukan eksplorasi untuk memeriksa kedalaman Gua Morca. Gua tersebut terdiri dari sebuah kompleks lorong bawah tanah yang terpencil dan berliku-liku di area Pegunungan Taurus.
Gua ini tercatat sebagai gua terdalam ketiga di Turki itu dengan kedalaman hampir 1,3 kilometer di bawah tanah pada titik terendahnya.
Dickey jatuh sakit saat mencapai kedalaman 1.120 meter. Kondisi Dickey lah yang membuat para penyelenggara ekspedisi itu menganggap operasi penyelamatan bawah tanah ini yang terbesar dan paling rumit yang pernah dilakukan.
Tim internasional yang membantu evakuasi terdiri atas 200 petugas penyelamat, rekan sesama penjelajah, dan petugas medis. Mereka mulai menarik Dickey secara hati-hati ke lokasi aman, setelah terlebih dahulu memberinya transfusi darah ketika masih di dalam gua.
Pertama-tama, mereka mengikat Dickey ke tandu, yang terkadang perlu diangkat secara vertikal dengan tali melintasi lorong-lorong sempit. Tim yang menarik tali itu mengambil waktu istirahat beberapa kali dengan kembali ke permukaan sebelum masuk lagi ke bawah untuk menarik tandu yang membawa Dickey.
Tim penyelamat berhasil membawa tandu yang membawa Dickey itu ke permukaan pada Selasa (12/9) waktu setempat.
Otoritas setempat melaporkan kondisi kesehatan Dickey mengalami peningkatan secara bertahap dalam beberapa hari.
Dalam video terbaru, Dickey berterima kasih kepada pemerintah Turki atas bantuannya.
"Respons cepat pemerintah Turki untuk mendapatkan pasokan medis yang saya butuhkan, menurut saya, telah menyelamatkan nyawa saya," ucapnya.
Asosiasi Penyelamatan Gua Eropa (ECRA) menyebut Dickey sebagai seorang penjelajah berpengalaman dengan latar belakang medis.
Dickey yang berasal dari New York itu, menurut ECRA, merupakan 'tokoh terkenal dalam komunitas speleologi internasional, seorang penjelajah gua yang sangat terlatih, dan juga seorang penyelamat gua'.
Speleologi merupakan studi berkaitan dengan eksplorasi gua.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan