Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kasus Penyegelan LABHI Bali, Polisi Sita Barang Bukti Triplek dan Kayu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menepati jajinya menyelidiki secara profesional terkait kasus penyegelan Kantor Lembaga Advokasi Bantuan Hukum Indonesia (LABHI) di Blok C1 Jalan Badak Agung, Sumerta Kelod, Renon, Denpasar.
Keseriusan ini dilihat dari penyitaan sejumlah barang bukti berupa papan triplek yang menutup akses masuk ke dalam kantor milik Made "Ariel" Suardana SH tersebut. Namun sayangnya, penyidik tidak menyita mobil Feroza biru yang sebelumnya ditempatkan di depan pintu masuk kantor LABHI Bali.
Penyitaan ini dilakukan penyidik Unit V Satreskrim Polresta Denpasar dipimpin Kanit V Iptu Alberto Diovant SIK MA, bersama tim Inafis Polresta Denpasar. Tim mendatangi kantor LABHI Bali melakukan pengecekan sekaligus membuka papan triplek yang menutup kantor tersebut.
"Tim Penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar telah melakukan penyitaan barang bukti terkait kasus penutupan dan penyegelan kantor LABHI Bali," beber Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, pada Rabu 13 September 2023.
Diterangkannya, barang bukti yang disita di lokasi tersebut yakni dua buah papan triplek, tiga kayu siku, dan lima kayu balok.
"Penyitaan ini merupakan langkah penting dalam proses hukum agar penyelidikan berjalan dengan adil. Barang bukti ini dapat mendukung kebenaran terhadap laporan tersebut," jelas Kasi Humas.
Ditegaskannya, Polresta sendiri berkomitmen untuk terus mengungkap dan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta untuk mendukung pencarian kebenaran dalam kasus hukum tersebut. Di mana, sebelumnya kasus ini telah dilaporkan oleh pemilik LABHI Bali I Made Suardana, SH.,MH. terhadap terlapor AA Ngurah Mayun Wira Ningrat DKK.
Menanggapi penyitaan barang bukti ini mendapat apresiasi dari Made "Ariel" Suardana. Hanya saja, ia mempertanyakan mengapa mobil Feroza milik terlapor AA Ngurah Wayun Wiraningrat tidak disita sebagai barang bukti. Padahal, mobil tersebut awalnya ditempatkan di depan kantor LABHI Bali.
"Penyitaan ini terkesan setengah hati. Polisi saya harapkan tidak berhenti (melakukan penyitaan) hanya pada triplek dan kayu," sentil dia.
"Perlu dicatat, mobil Feroza DK 448 GK itu juga digunakan untuk penutupan akses masuk Kantor LABHI Bali selain menggunakan kayu dan triplek," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan