Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Jejak Peninggalan Megalitikum di Desa Kedisan Kintamani Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Desa Kedisan merupakan desa yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Kedisan merupakan salah satu desa Bali kuno yang menyimpan berbagai kebudayaan dan adat istiadat serta peninggalan Purbakala seperti megalitikum.
Hal ini karena Desa Kedisan merupakan bagian dari 'I kraman Wingkang Ranu' atau masyarakat pesisir danau Batur yang memiliki tugas penting dalam menjaga inti dari geopark Batur.
Desa Kedisan merupakan sebuah desa yang menyimpan peninggalan megalitikum di beberapa Pura yang menjadi sentral masyarakat Desa Kedisan. Adapun ciri dari peninggalan Megalitikum berupa batu besar yang menjadi sarana pada saat persembahyangan di zaman dahulu, atau saat ini yang disebut pelinggih pura untuk tempat ibadah umat Hindu khususnya di Bali.
Menurut Penelitian A.A Gde Bagus (2011) dalam tulisanya menyatakan bahwa di Desa Kedisan memiliki beberapa peninggalan megalitikum yang sampai saat ini menjadi sungsungan masyarakat Desa Kedisan dan disakralkan oleh masyarakat Desa. Yang menjadi fundamentalnya adalah salah satu peninggalan megalitikum yang terletak di Pura Penyungsungan Desa Kedisan.

Pura penyungsungan atau dikenal dengan Pura Ulun Suwi merupakan salah satu pura yang menjadi titik kemakmuran masyarakat Desa Kedisan. Ada hal yang unik dari Pura Ulun Suwi, yakni ketika Upacara Ngusaba yang di Pura bujangga maka di Pura Ulun Suwi pun dilaksanakan upacara. Nah ketika sudah dilaksanakan Upacara Ngusaba, maka ada istilah ngempet.
Ngempet merupakan salah satu acara yang disakralkan oleh masyarakat karena ritual ini memberhentikan sementara upacara dan upakara yang berkaitan dengan Manusa Yajña. Selama kurun waktu dua sampai tiga bulan.
Pura Ulun Suwi juga menyimpan peninggalan megalitikum berupa batu persegi panjang yang mana batu itu diperuntukan untuk memohon keselamatan dan kesuburan.
Peninggalan ini menjadi ciri bahwa Desa Kedisan merupakan Desa Kuno yang tetap menjadi ada istiadat serta tata kemasyarakatan yang begitu kental sehingga sedikit berbeda dengan desa-desa yang lainnya karena yang diutamakan adalah keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1935 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1692 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1536 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun