Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia-China 'Cincai', Upaya Damai di Ukraina Tak Sah Tanpa Moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
China dan Rusia sepakat alias 'cincai' bahwa untuk menyelesaikan krisis di Ukraina harus melibatkan partisipasi Moskow.
Pernyataan itu muncul saat Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi bertemu dengan Menlu Sergey Lavrov di Rusia pada Senin (19/9).
Dalam rilis resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, kedua menteri itu menyebut penyelesaian perang di Ukraina tanpa melibatkan partisipasi Rusia dianggap sia-sia.
"Kedua belah pihak membahas secara rinci situasi saat ini di Ukraina, dan mencatat kesia-siaan upaya menyelesaikan krisis tanpa mempertimbangkan kepentingan Rusia, terlebih lagi, tanpa partisipasi Rusia," demikian rilis itu, dikutip TASS.
Upaya menyelesaikan krisis di Ukraina sebetulnya sudah mencuat sejak lama. Sejumlah negara seperti Brasil hingga China mengajukan usulan damai.
Ulasan China sempat disebut-sebut bakal berhasil. Rusia menyambut baik, tetapi Ukraina menolak mentah-mentah.
Hingga kini belum ada proposal damai yang diterima kedua negara yang berperang itu. Pengamat menilai hingga kini belum ada proposal yang menciptakan perdamaian konkret dan hanya menggarisbawahi kepentingan nasional masing-masing.
Dalam pertemuan kedua menteri itu, Wang Yi juga memberi tahu Lavrov soal pembicaraan dia dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan baru-baru ini.
"Wang Yi memberi tahu [Lavrov] tentang topik pembicaraannya dengan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan," lanjut pernyataan itu.
Lavrov juga memberi tahu Wang Yi soal hasil kunjungan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke Rusia.
Lawatan Wang Yi berlangsung tak lama usai kunjungan Kim Jong Un ke Rusia. Kim tiba di negara itu pada 13 September dan baru kembali ke negaranya pada 17 September.
Kim bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan disebut membahas sejumlah isu seperti kerja sama militer dan barter senjata.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan