Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Azerbaijan Serbu Nagorno-Karabakh, Armenia Desak Rusia 'Turun Gunung'
beritabali.com/cnnindonesia.com/Azerbaijan Serbu Nagorno-Karabakh, Armenia Desak Rusia 'Turun Gunung'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Armenia meminta bantuan Rusia untuk menghentikan operasi militer Azerbaijan yang berlangsung di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh pada Selasa (19/9).
Kementerian Luar Negeri Armenia mendesak Rusia mengerahkan pasukan perdamaiannya ke Nagorno-Karabakh untuk menghentikan "agresi skala besar" Azerbaijan.
Rentetan tembakan hingga ledakan yang berulang dilaporkan terdengar di Ibu Kota Karabakh yang disebut Azerbaijan sebagai Kota Khankendi. Sejumlah video baku tembak di wilayah itu tersebar di media sosial.
Armenia mengaku tidak menempatkan angkatan bersenjata di Nagorno-Karabakh saat operasi militer berlangsung. Yerevan pun mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membantu menghentikan "agresi" dan mendesak pasukan penjaga perdamaian Rusia yang memang telah ditempatkan di Nagorno-Karabakh untuk melakukan intervensi.
Aktivis separatis Karabakh menuturkan dua warga sipil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat operasi militer Azerbaijan ini. Namun, Reuters belum bisa memverifikasi pernyataan ini secara independen.
Melalui pernyataan, Kementerian Pertahanan Azerbaijan membenarkan "operasi militer" di Nagorno-Karabakh tersebut. Baku menuturkan operasi militer itu diluncurkan guna "melucuti senjata dan mengusir angkatan bersenjata Armenia" yang masih bertahan di wilayah tersebut.
Baku menegaskan operasi militer ini juga berlangsung demi "memulihkan tatanan konstitusional Republik Azerbaijan."
Azerbaijan mengklaim pihaknya menargetkan sasaran militer yang sah menggunakan "senjata presisi tinggi" dan membantah menyerang warga sipil. Warga sipil diklaim bebas keluar melalui koridor kemanusiaan baik itu ke wilayah Azerbaijan atau Armenia.
Rusia dan Turki yang selama ini turut "mengawasi" kondisi di Nagorno-Karabakh, telah mengetahui aktivitas militer Azerbaijan di Karabakh.
Menanggapi hal ini, Moskow telah meminta pihak-pihak yang berkonflik untuk menghormati perjanjian damai dan mengakhiri "pertumpahan darah".
Operasi militer ini dipastikan memicu ketegangan lebih lanjut antara Armenia dan Azerbaijan. Kedua negara sempat terlibat perang selama 44 hari pada 2020 di Nagorno-Karabakh akibat perebutan wilayah.
Dalam perang itu, Azerbaijan merebut kendali wilayah-wilayah utama Karabakh, termasuk kota Shusha. Namun bagian lain dari wilayah itu, termasuk kota utama Stepanakert, masih berada di bawah kendali separatis Armenia.
Nagorno-Karabakh, yang dikenal sebagai Artsakh oleh orang Armenia, adalah wilayah pegunungan di ujung selatan pegunungan Karabakh, Azerbaijan.
Wilayah ini diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan walaupun mayoritas warganya etnis Armenia. Nagorno-Karabakh memiliki pemerintahan sendiri yang dekat dengan Armenia, tetapi tidak diakui secara resmi oleh Armenia atau negara lain mana pun.
Orang-orang Armenia, yang beragama Kristen, mengaku sudah lama tinggal di wilayah tersebut, sejak beberapa abad sebelum Masehi. Sementara itu, Azerbaijan, yang sebagian besar penduduknya adalah Muslim Turki, juga mengklaim memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan wilayah tersebut.
Konflik Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh pun telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Kedua negara setidaknya telah terlibat dalam tiga kali perang dalam memperebutkan wilayah ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan