Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Nagorno-Karabakh Memanas Lagi, Rusia Minta Azerbaijan-Armenia Akur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia meminta Azerbaijan dan Armenia menghentikan pertumpahan darah menyusul situasi yang kian panas di Nagorno-Karabakh beberapa hari ini.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia juga meminta kedua pihak untuk tidak bermusuhan dan kembali menerapkan perjanjian gencatan senjata.
"Sehubungan dengan meningkat secara tajam konfrontasi bersenjata di Nagorno-Karabakh, kami mendesak pihak-pihak yang bertikai untuk segera menghentikan pertumpahan darah, menghentikan permusuhan dan mencegah korban sipil," demikian rili Kemlu Rusia pada Rabu (20/9), dikutip dari Reuters.
Nagorno-Karabakh diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun, sebagian penduduk wilayah itu dihuni etnis Armenia. Wilayah ini juga menjadi konflik kedua negara selama puluhan tahun.
Seruan Rusia muncul usai Azerbaijan mengerahkan operasi militer pada Selasa. Langkah ini meningkatkan ancaman perang baru di wilayah tersebut.
Serangkaian tembakan hingga ledakan menyelimuti wilayah tersebut. Di media sosial juga beredar rekaman baku tembak di Karabakh.
Aktivis separatis Karabakh mengatakan dua warga sipil tewas dan 23 yang lain mengalami luka-luka imbas operasi militer Azerbaijan.
Azerbaijan mengklaim meluncurkan operasi ini untuk mengusir angkatan bersenjata Armenia di Nagorno-Karabakh.
Mereka juga menyatakan langkah tersebut demi memulihkan tatanan konstitusional Republik Azerbaijan.
Sementara itu, Armenia meminta bantuan Rusia untuk menghentikan operasi militer Azerbaijan. Kremlin memang memiliki pasukan perdamaian yang dikerahkan di Nagorno-Karabakh untuk intervensi.
Armenia juga mendesak Dewan Keamanan PBB membantu menghentikan agresi.
Sejak berabad-abad lalu, tepatnya sejak penaklukan Kekaisaran Rusia ke Kaukasus pada 1817-1864, Armenia merupakan sekutu Rusia. Negara ini juga mempercayakan keamanan mereka ke Kremlin sejak Uni Soviet runtuh.
Rusia juga pernah berkomitmen menjamin keamanan Armenia melalui Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan