Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Israel-Saudi Terancam Gagal 'Rujuk' Gegara MbS Kesal dengan Netanyahu
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel-Saudi Terancam Gagal 'Rujuk' Gegara MbS Kesal dengan Netanyahu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Prospek normalisasi hubungan Israel dan Arab Saudi dilaporkan tertunda setelah Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) merasa kesal dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Mengutip pejabat senior Saudi, saluran televisi Israel Channel 12 TV melaporkan kekesalan MbS ini muncul lantaran Tel Aviv masih ogah menyetujui pembentukan negara Palestina namun kekeh ingin rujuk dengan Riyadh.
Padahal, pemerintah Saudi yang dipimpin secara de facto oleh MbS dilaporkan telah menegaskan tak akan menerima normalisasi hubungan dengan Israel tanpa pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Para pejabat Saudi, menurut sumber Channel 12 TV, bahkan berjanji tidak akan menandatangani perjanjian normalisasi lantaran menganggap Netanyahu tidak siap menyepakati konsesi yang telah disyaratkan kepada Palestina.
Menurut Channel 12 TV, Saudi bahkan "tidak tertarik untuk berbicara dengan pemerintah ekstremis Israel saat ini."
Selain soal Palestina, saluran televisi itu juga melaporkan bahwa Saudi mengajukan syarat lainnya sebelum menyetujui normalisasi hubungan dengan Israel.
Dikutip The Middle East Monitor, syarat tersebut antara lain mengizinkan pembukaan pengayaan uranium di Arab Saudi dan mempertahankan status quo di Yerusalem. Uranium merupakan salah satu bahan utama pengembangan nuklir.
Selama ini, Saudi memang tertarik untuk memiliki pengembangan program nuklirnya sendiri untuk kebutuhan energi.
Sementara itu, Israel dilaporkan ketar-ketir dengan "harga" yang diajukan oleh Saudi ini untuk melanjutkan prospek normalisasi hubungan.
Selama ini, Israel kekeh menolak pembentukan negara Palestina lantaran dianggap mengancam keamanan nasionalnya. Tel Aviv juga waswas dengan ambisi pengembangan nuklir negara tetangga lantaran khawatir akan dimanfaatkan untuk senjata.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan