Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ikuti Arab Saudi, 6-7 Negara Islam Disebut Akan Berdamai dengan Israel
beritabali.com/cnnindonesia.com/Ikuti Arab Saudi, 6-7 Negara Islam Disebut Akan Berdamai dengan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengatakan sebanyak enam atau tujuh negara muslim akan berdamai dengan Israel jika negara tersebut menandatangani perjanjian perdamaian dengan Arab Saudi.
Melansir Dawn, Cohen disebut membuat pernyataan itu kepada Kan News setelah pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Majelis Umum PBB pada Jumat (22/9).
Publikasi tersebut mengutip Cohen yang mengatakan bahwa "perdamaian dengan Arab Saudi berarti perdamaian dengan dunia Muslim yang lebih luas."
"Setidaknya ada enam atau tujuh negara lain yang saya temui - negara-negara Muslim yang signifikan yang tidak memiliki hubungan dengan kami - yang tertarik [pada perdamaian]," kata Cohen.
Menurut laporan tersebut, Cohen mengatakan negara-negara itu berada di Afrika dan Asia, namun ia menolak menyebutkan namanya. Ia kemudian mengatakan bahwa hanya sedikit yang pernah berhubungan langsung dengannya.
Presiden AS Joe Biden berharap untuk mengubah Timur Tengah dan meraih kemenangan diplomatik pada tahun pemilu dengan mendapatkan pengakuan atas negara Yahudi oleh Arab Saudi.
Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, Netanyahu mengaku yakin negaranya berada di titik puncak perdamaian dengan Arab Saudi, dan memperkirakan perdamaian dapat dicapai oleh Biden dan membentuk kembali Timur Tengah.
Di tengah desakan Riyadh dan Washington agar Palestina diikutsertakan dalam diplomasi, Netanyahu mengatakan bahwa Palestina tidak boleh memveto pembuatan kesepakatan regional.
Pekan lalu, saat bertemu Biden di New York, Netanyahu mengatakan kesepakatan ambisius yang didukung AS untuk menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi mungkin terjadi.
Arab Saudi telah menjadi salah satu pendukung terbesar perjuangan Palestina dan telah berulang kali menyatakan bahwa mereka perlu membentuk negara Palestina sebelum melakukan normalisasi dengan Israel.
Washington telah menekan sekutu tradisionalnya, Riyadh, untuk menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel, yang akan menjadi kemenangan diplomatik terbesarnya di kawasan ini, menyusul perjanjian serupa dengan Uni Emirat Arab, Bahrain dan Maroko, yang dikenal sebagai Abraham Accords.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2604 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2259 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan