Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gunung Semeru Erupsi, Tinggi Letusan 1.500 Meter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan mengeluarkan letusan setinggi 1.500 meter. Letusan yang terjadi pada Minggu pukul 06.33 WIB ini mengarah ke wilayah ke tenggara atau kawasan Besuk Kobokan.
Mengutip Detik, meski mengeluarkan letusan tapi tidak terjadi hujan abu di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Hingga kini, status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga.
"Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Gunung Semeru mengeluarkan letusan setinggi 1.500 meter ke arah tenggara. Status Gunung Semeru masih level 3 atau siaga," kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo kepada detikJatim, Minggu (1/10/2023).
Petugas mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara di kawasan Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, juga mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Gunung Semeru.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara di kawasan Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak," pesan Wawan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2487 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1942 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun