Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ramai Soal Foto Usus Naik ke Dada, Ini Penjelasan Dokter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dalam beberapa waktu ke belakang viral di media sosial soal foto yang memperlihatkan organ usus naik ke dada.
Sebuah narasi yang menyertai foto tersebut menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi pada pasien yang mengeluh tak bisa buang air besar (BAB) selama satu bulan.
Tak ayal, unggahan itu pun mendapatkan perhatian dari banyak warganet. Banyak warganet yang mempertanyakan kondisi medis yang menyebabkan organ usus naik hingga ke dada.
Kasus tersebut terjadi pada seorang wanita Taiwan yang mengalami sembelit parah. Sedari kecil, wanita itu mengaku butuh waktu 1-2 jam untuk bisa mengeluarkan feses.
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi Profesor Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa kasus foto usus naik ke dada tersebut memperlihatkan kondisi medis yang dinamai redundant colon atau usus.
"Pasien ini mengalami redundant usus," ujar Ari pada CNNIndonesia.com, Sabtu (30/9).
Tak seperti hipotesa warganet yang menyebutkan bahwa kondisi ini terjadi akibat pasien mengalami sembelit sejak kecil. Justru sebaliknya, lanjut Ari, kondisi ini bisa menyebabkan sembelit.
"Jadi, tidak semua pasien [yang mengalami] sembelit ususnya akan seperti ini [memanjang ke dada]," ujar Ari.
Mengutip Medical News Today, redundant colon adalah usus yang berlebihan. Kondisi ini terjadi saat usus besar memiliki panjang tidak normal hingga tak 'muat' di dalam tubuh hingga berputar-putar.
Disebutkan juga bahwa kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi dan masalah pencernaan. Sembelit jadi masalah paling umum yang disebabkan oleh kondisi ini.
Redundant colon sendiri akan menimbulkan beberapa gejala. Berikut di antaranya:
- sembelit,
- perut kembung,
- sakit perut atau nyeri seperti tertekan,
- feses berlendir atau terkadang disertai darah,
- diare,
- muntah,
- wasir,
- perubahan frekuensi buang air kecil,
- penurunan berat badan.
Hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang menyebabkan usus memiliki panjang tidak normal ini. Namun, Ari menyebut, faktor genetik dan usia bisa jadi penyebabnya.
"[Penyebab redundant colon] bisa faktor genetik dan usia," kata Ari.
Redundant colon bisa menjadi kondisi bawaan yang dimiliki bayi sejak lahir. Kondisi ini tak bisa muncul tiba-tiba karena faktor eksternal.
Sering kali kondisi seperti pada foto usus naik ke dada ini tak disadari oleh pasien. Anda harus menemui dokter jika mengalami beberapa tanda berikut ini:
- sakit perut yang intens,
- muntah empedu berwarna hijau yang menandakan penyumbatan di usus,
- sembelit yang tak kunjung sembuh meski telah diobati.
(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun