Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia Ancam Hancurkan Militer Inggris-Pabrik Rudal Jerman Tanpa Ampun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Ancam Hancurkan Militer Inggris-Pabrik Rudal Jerman Tanpa Ampun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wakil Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pasukan Negeri Beruang Merah bisa menghancurkan militer Inggris dan pabrik rudal Jerman tanpa ampun.
Medvedev mengatakan jika Inggris betul-betul mengirim pelatih militer ke Ukraina, mereka akan menjadi target Rusia.
"[Langkah] mereka mengirim instruktur [ke Ukraina] akan menjadi sasaran pasukan kami," kata dia di Telegram, dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Pahami baik-baik bahwa mereka akan dihancurkan dengan kejam. Dan bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai spesialis NATO Inggris."
Pernyataan Medvedev mencuat usai Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengatakan ingin melatih pasukan negara yang diinvasi Rusia di Ukraina.
Shapps mengaku telah berbicara dengan panglima Angkatan Darat Ukraina soal pelatihan di Ukraina. Ia juga meminta perusahaan pertahanan Inggris melakukan produksi di negara Eropa timur itu.
Di kesempatan tersebut, Medvedev juga mengatakan akan menghancurkan pabrik rudal Jerman.
"Mereka mengatakan ini sesuai dengan hukum internasional. Jika begitu, serangan terhadap pabrik-pabrik Jerman tempat produksi rudal-rudal juga akan sepenuhnya mematuhi hukum internasional," kata dia.
Sindiran Medvedev mencuat setelah Ketua Komite Pertahanan Parlemen Jerman, Marie Agnes Strack Zimmerman, menyebut serangan Ukraina yang menyasar Rusia akan mematuhi hukuman internasional.
Zimmerman juga mendesak Inggris mengirim rudal ke Ukraina.
Rusia berulang kali memperingatkan Barat soal bantuan senjata ke Ukraina. Menurut mereka, aliran senjata ini memperpanjang perang dan bisa memicu konflik langsung Rusia dengan NATO.
Para pejabat Rusia juga berpendapat bahwa penyediaan senjata, pembagian intelijen, dan pelatihan pasukan Ukraina sudah berarti negara-negara Barat secara de facto menjadi pihak dalam konflik Rusia-Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan