Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Rusia Ancam Hancurkan Militer Inggris-Pabrik Rudal Jerman Tanpa Ampun
beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Ancam Hancurkan Militer Inggris-Pabrik Rudal Jerman Tanpa Ampun
BERITABALI.COM, DUNIA.
Wakil Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pasukan Negeri Beruang Merah bisa menghancurkan militer Inggris dan pabrik rudal Jerman tanpa ampun.
Medvedev mengatakan jika Inggris betul-betul mengirim pelatih militer ke Ukraina, mereka akan menjadi target Rusia.
"[Langkah] mereka mengirim instruktur [ke Ukraina] akan menjadi sasaran pasukan kami," kata dia di Telegram, dikutip Reuters.
Ia kemudian berujar, "Pahami baik-baik bahwa mereka akan dihancurkan dengan kejam. Dan bukan sebagai tentara bayaran, tapi sebagai spesialis NATO Inggris."
Pernyataan Medvedev mencuat usai Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengatakan ingin melatih pasukan negara yang diinvasi Rusia di Ukraina.
Shapps mengaku telah berbicara dengan panglima Angkatan Darat Ukraina soal pelatihan di Ukraina. Ia juga meminta perusahaan pertahanan Inggris melakukan produksi di negara Eropa timur itu.
Di kesempatan tersebut, Medvedev juga mengatakan akan menghancurkan pabrik rudal Jerman.
"Mereka mengatakan ini sesuai dengan hukum internasional. Jika begitu, serangan terhadap pabrik-pabrik Jerman tempat produksi rudal-rudal juga akan sepenuhnya mematuhi hukum internasional," kata dia.
Sindiran Medvedev mencuat setelah Ketua Komite Pertahanan Parlemen Jerman, Marie Agnes Strack Zimmerman, menyebut serangan Ukraina yang menyasar Rusia akan mematuhi hukuman internasional.
Zimmerman juga mendesak Inggris mengirim rudal ke Ukraina.
Rusia berulang kali memperingatkan Barat soal bantuan senjata ke Ukraina. Menurut mereka, aliran senjata ini memperpanjang perang dan bisa memicu konflik langsung Rusia dengan NATO.
Para pejabat Rusia juga berpendapat bahwa penyediaan senjata, pembagian intelijen, dan pelatihan pasukan Ukraina sudah berarti negara-negara Barat secara de facto menjadi pihak dalam konflik Rusia-Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun