Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Penurunan Volume Air Bendungan Palasari Diperburuk Penebangan Liar di Sekitar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
BPBD Jembrana melakukan inspeksi dan evaluasi terhadap dampak kekeringan di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya. Fokus utama adalah Bendungan Palasari yang merupakan sumber air vital bagi wilayah sekitarnya.
I Putu Agus Artana Putra, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jembrana, memberikan informasi bahwa volume air di Bendungan Palasari semula mencapai 8 juta meter kubik. Namun, karena adanya sedimentasi, kini tinggal 7 juta meter kubik.
Dampak dari kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah menyebabkan perkiraan jumlah debit air di bendungan saat ini hanya sekitar 230.000 meter kubik. Penurunan volume air ini terjadi sejak dua bulan lalu, sejak bulan Agustus hingga sekarang.
Selain memberi dampak pada Bendungan Palasari, penurunan volume air juga berpengaruh pada pertanian di sekitarnya. Ada 10 subak yang bergantung pada pasokan air dari bendungan.
Biasanya, air dibuka secara bergiliran antara blok barat dan timur. Namun, sekarang, hanya 3 Subak pada Blok Barat, yaitu Subak Mertasari, Subak Pulemerta, dan Subak Pecatusari, yang masih dapat menerima suplai air dari bendungan.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sugianta, menjelaskan bahwa selama musim kemarau, penurunan air di Bendungan Palasari terjadi secara rutin.
Keadaan ini semakin memburuk dengan adanya aktivitas perambahan hutan dan penebangan pohon liar di sekitar kawasan bendungan. Penebangan liar ini mengakibatkan berkurangnya debit air yang masuk ke bendungan.
Sugianta menegaskan bahwa masalah serupa juga terjadi di Bendungan Benel, meskipun tidak separah di Bendungan Palasari. Dia mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik penebangan liar di sekitar kawasan bendungan demi menjaga ketersediaan air di Jembrana.
Di sisi lain, I Gede Nasa/Nanu, seorang warga dan pemerhati hutan, menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya penebangan liar di wilayah hutan Ekasari/Palasari dan beberapa hutan lain di Kecamatan Melaya. Dia berharap tindakan tegas akan diambil terkait masalah ini.
"Penebangan liar bahkan sudah dilakukan dengan menggunakan mesin secara sembarangan. Ini sungguh memprihatinkan," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan