Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Stok VAR Dinkes Klungkung Menipis
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Tingginya permintaan membuat stok Vaksin Anti Rabies (VAR) yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klungkung semakin menipis.
Hingga saat ini stok VAR yang dimiliki Dinkes Klungkung hanya tersisa 10 vial saja dari 50 vial VAR yang dipasok oleh pemerintah Provinsi Bali. Oleh karena melihat stok yang ada, pemberian VAR akan dilakukan secara selektif memprioritaskan pada kasus dengan risiko tinggi.
Plt. Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ida Ayu Megawati kepada wartawan, Senin (9/10/2023) mengakui kondisi tersebut. Ia mengatakan tingginya permintaan membuat stok VAR menjadi menipis dimana saat ini hanya tersisa sekitar 10 vial untuk kebutuhan Puskesmas di Klungkung.
Pihaknya sebenarnya telah menyediakan anggaran untuk menambah ketersediaan VAR. Haya saja pihak penyedia yang belum bisa memenuhi perminataan VAR. Sambil menunggu ia juga mengajukan pasokan VAR ke Pemprov Bali namun informasinya juga masih menunggu dari pemeritnah pusat.
"Informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, distribusi VAR dari pemerintah pusat baru akan disalurkan pada bulan November 2023. Kita meminta fasilitas kesehatan untuk lebih selektif lagi dalam pemberian VAR. VAR hanya diberikan pada kasus dengan risiko tinggi rabies," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1028 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 890 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 815 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 523 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 406 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun