Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Upaya Pemadaman Kebakaran TPA Suwung Lewat Niskala, BPBD Bali Percikkan Tirta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selain menempuh berbagai upaya Sekala (kasat mata), Pemprov Bali dan instansi terkait juga berupaya menempuh upaya niskala (tak kasat mata) guna melancarkan upaya pemadaman kebakaran lahan TPA Suwung Denpasar.
Upaya Sekala yang telah ditempuh baik di darat seperti pengerahan belasan armada pemadam kebakaran dari wilayah Sarbagita dan mendatangkan Manggala Agni dari Sulawesi, lalu ditopang dengan pengerahan water bombing melalui udara yang dibantu helikopter BNPB, kini diimbangi juga dengan upaya niskala.
“Sebagai orang Bali yang memiliki kepercayaan adanya kekuatan alam semesta, kami mengimbangi operasi yang dilakukan di darat dan udara dengan utsaha niskala, yakni memercikkan tirta atau air suci dari udara,” kata Kalaksa BPBD Bali Made Rentin di Denpasar, Minggu (15/10).
Upaya memercikkan tirta dari helikopter ini dilakukan langsung oleh Rentin didampingi BPBD Kota Denpasar, Dinas KLH Provinsi Bali dan BNPB.
“Sembari melaksanakan pantauan udara, kami memercikkan tirta dengan harapan diiringi doa tulus, penanganan kebakaran segera tuntas dan seluruh personel dalam keadaan sehat dan selamat,” imbuh Rentin.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2152 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2009 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1922 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1784 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun