Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Api di TPA Suwung Belum Padam Sepenuhnya, Waspadai di Dalam Tumpukan Sampah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemkot Denpasar masih mendatangkan bantuan pemadaman api di TPA Regional Sarbagita, Desa Suwung Kangin, Kota Denpasar yang terjadi sejak Kamis (12/10/2023) lalu.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara hal ini dilakukan karena masih terlihat beberapa titik api serta kemungkinan api masih berada di bawah tumpukan sampah mengandung gas metan. Menurutnya, kondisi ini tentu membutuhkan kerja ekstra dalam penanganannya.
"Kami masih menerima bantuan pemandangan api dengan mendatangkan belasan unit Damkar dari Kabupaten Badung, Beberapa mobil water Canon dari Polda Bali, Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan injeksi serta dari BPBD juga mendatangkan unit helikopter," jelasnya, Senin (16/10/2023) di TPA Suwung, Denpasar.
Dikatakannya, pemadaman membutuhkan kerja ekstra karena tumpukan sampah mengandung gas metan di dalamnya.
"Tentu kami harus kerja ekstra dalam upaya melakukan pemadaman api di TPA Suwung mengingat adanya gas metan di dalam tumpukan sampah ini," ujarnya.
Jaya Negara belum berani menyatakan api sepenuhnya telah padam karena kemungkinan api masih ada di dalam tumpukan sampah. "Ya kami tetap siaga," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4585 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2394 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2052 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1649 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1090 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun