Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Iran-Hamas Janji Tetap Kompak Meski Gaza Digempur Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempuran serangan Israel yang terjadi Jalur Gaza sejak beberapa hari lalu tidak menggoyahkan hubungan antara Iran dan Hamas.
Baca juga:
hamas-yang-jadi-buronan-israel" target="_self" title="3 Pentolan Hamas Yang Jadi 'Buronan' Israel">3 Pentolan Hamas Yang Jadi 'Buronan' Israel
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Palestina di Qatar pada Sabtu (14/10). Hamas menyatakan pertemuan tersebut untuk membahas serangan mematikan kelompok militan Palestina ke Israel dan Iran setuju untuk melanjutkan kerja sama.
Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian, memuji amukan Hamas ini sebagai "kemenangan bersejarah" yang menunjukkan kemunduran bagi pendudukan Israel di Palestina, dikutip dari Reuters.
Dukungan terhadap Hamas tidak hanya datang dari pemerintah saja, tetapi juga berasal dari masyarakat Iran.
Pada Jumat (13/10) terdapat aksi demonstrasi di seluruh kota Iran untuk mendukung Hamas sebagai sekutu Islam Teheran. Para demonstran juga mengecam aksi Israel yang mengebom dan memblokade Gaza.
Pemerintah Iran mengirim pesan ke Israel melalui PBB bahwa mereka tidak ingin melihat eskalasi konflik di Gaza terus berlanjut. Dilansir dari Middle East Monitor, Iran akan turun tangan jika Israel melanjutkan invasi daratnya ke Gaza.
Hubungan persahabatan antara Hamas dan Iran memiliki sejarahnya ini. Sejak awal pembentukan Hamas, Iran telah banyak berkontribusi dalam menyokong dana, persenjataan, dan pelatihan militer.
Hubungan ini dimulai saat Hamas melakukan kontak tinggi tinggi dengan Iran ketika Republik Islam melakukan dua konferensi terkait Palestina pada 1990-1991, dikutip dari The Washington Institute for Near East Policy.
Nama Hamas semakin terkenal dengan perannya dalam Intifada Pertama atau kebangkitan Palestina. Keterlibatan ini membuat 418 pasukan Hamas dideportasi ke Lebanon pada 1992.
Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan Hizbullah menjadi tuan bagi pasukan Hamas yang dideportasi.
Di situlah tempat bagi pasukan Hamas untuk belajar merakit bom bunuh diri. Saat pasukan Hamas diizinkan kembali ke Gaza, mereka dengan cepat melakukan aksi bom bunuh diri di Israel. Iran dengan konsisten terus mengirimkan sokongan dana sebesar 50 juta USD setiap tahunnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan