Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Pejabat Gaza: 704 Orang Tewas Dalam 24 Jam Imbas Serangan Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pejabat Palestina mengungkapkan lebih dari 700 warga mereka tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Angka itu jadi jumlah korban tewas tertinggi dalam 24 jam sejak Israel menyerang wilayah awal Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan di Gaza yang dipimpin Hamas, seperti diberitakan Al Jazeera pada Selasa (24/10), mengungkapkan 704 orang tewas dalam 24 jam.
Juru bicara kementerian Ashraf Al-Qidra mengatakan ini adalah jumlah kematian tertinggi dalam 24 jam terakhir sejak dua minggu pemboman Israel.
Hal tersebut disampaikan setelah militer Israel pada Selasa (24/10) mengungkapkan telah menyerang lebih dari 400 "titik Hamas" di Gaza dan membunuh puluhan pejuang Hamas dalam serangan Senin (23/10).
Militer Israel mengatakan pihaknya membunuh tiga wakil komandan Hamas dalam serangan tersebut. Mereka yang tewas yakni wakil komandan batalyon Nuseirat, Shati, dan Furqan
Israel melancarkan serangan ke Gaza setelah kelompok militan Hamas menewaskan lebih dari 1.400 orang dalam serangan mendadak ke Israel Selatan pada 7 Oktober.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan sedikitnya 5.791 warga Palestina, termasuk 2.360 anak-anak tewas dalam serangan Israel.
Sementara itu, dari pihak Israel, korban tewas tercatat setidaknya 1.400 orang sejak 7 Oktober.
Tak lama setelah perang berkecamuk, Israel memblokade total Jalur Gaza dan melarang bantuan kemanusiaan masuk. Hal itu membuat warga Palestina di Jalur Gaza terus mengalami krisis, terutama bahan bakar yang membuat banyak rumah sakit beroperasi.
Beberapa truk bantuan sendiri sudah mulai memasuki Gaza sejak Sabtu (21/10). Meski begitu, truk-truk itu tak mencakup bahan bakar, salah satu komoditas yang sangat dibutuhkan di Gaza.
Sejumlah rumah sakit pun kini mulai gelap gulita akibat kehabisan bahan bakar untuk generator. Sejak dua pekan lalu, rumah sakit di Gaza menggunakan generator karena Israel memutus bahan bakar ke satu-satunya pembangkit listrik di wilayah itu.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan potensi terpaksa menghentikan pekerjaan di Jalur Gaza pada Rabu (25/10) apabila tak segera mendapatkan stok bahan bakar.
Mereka menyatakan pekerjaan bakal dilanjutkan apabila ada pengiriman bahan bakar ke wilayah yang dilanda perang tersebut.
"Jika kami tidak segera mendapatkan bahan bakar, kami terpaksa menghentikan operasi kami di Jalur Gaza mulai besok (25/10) malam," kata UNRWA di X atau Twitter pada Selasa (24/10).
"Waktunya hampir habis. Kami sangat membutuhkan bahan bakar," kata Direktur Komunikasi UNRWA Juliette Touma kepada AFP.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5998 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4679 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2658 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2319 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan