Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Macron Peringatkan Israel Invasi Darat ke Gaza Bakal Jadi Kesalahan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan serangan darat besar-besaran Israel ke Gaza bisa jadi sebuah kesalahan. Ia menyoroti kondisi tersebut bisa merugikan warga sipil tanpa menjamin keamanan jangka panjang Israel.
Peringatan itu disampaikan ketika Macron berdiskusi di Kairo dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi yang juga mendesak upaya menghindari invasi darat di Gaza sebagai buntut konfrontasi Israel dengan Hamas.
"Intervensi besar-besaran yang akan membahayakan nyawa warga sipil adalah sebuah kesalahan," kata Macron setelah bertemu Sisi, seperti diberitakan AFP pada Rabu (25/10).
Tak hanya itu, Macron juga menegaskan operasi darat bisa menelan lebih banyak korban sipil dibandingkan serangan udara yang telah dilakukan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa waktu terakhir.
"Hal itu juga merupakan kesalahan bagi Israel karena tidak mungkin memberikan perlindungan jangka panjang dan karena tidak sesuai dengan perlindungan penduduk sipil atau menghormati hukum kemanusiaan internasional dan aturan perang," tutur Macron.
Selain memperingatkan rencana invasi darat, Macron juga mengumumkan bantuan dari Prancis terhadap rumah sakit di Jalur Gaza yang krisis bahan bakar imbas blokade Israel.
Setelah lebih dari dua minggu dibombardir dan dikepung tanpa henti oleh Israel, sistem layanan kesehatan di Gaza yang sudah rapuh terancam runtuh, dengan rumah sakit kehabisan pasokan penting dan bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Prancis disebut akan mengirimkan kapal Angkatan Laut untuk mendukung rumah sakit di Gaza dalam 48 jam mendatang, kemudian satu pesawat penuh peralatan medis ke Mesir untuk diangkut ke Gaza lewat penyeberangan Rafah.
Tel Aviv memulai perang dengan Hamas setelah kelompok militan itu melancarkan serangan dadakan yang menewaskan lebih dari 1.400 orang di Israel.
Pejabat Hamas mengatakan sejauh ini serangan Israel telah menewaskan lebih dari 6.500 warga Palestina, sebagian besar warga sipil. Ada kekhawatiran jumlah korban jiwa bisa bertambah jika Israel terus melakukan invasi darat dalam upaya menghancurkan Hamas dan menyelamatkan para sandera.
Mesir dan Yordania adalah dua negara Arab pertama yang menjalin hubungan dengan Israel, masing-masing pada tahun 1979 dan 1994, dan sejak itu memainkan peran mediator utama.
Kairo telah menjadi salah satu perantara utama dalam upaya pembebasan lebih dari 200 sandera yang kini ditahan di Gaza.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun