Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Bupati Gede Dana Lepas Tujuh Atlet di Ajang BK Pra PON di Aceh
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bupati Karangasem I Gede Dana melepas atlet dan pelatih yang akan berlaga memperkuat Kontingen Bali pada babak kualifikasi (BK) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 mendatang di Aceh, Senin (30/10).
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan Bupati terhadap para atlet, Bupati Dana pun menyerahkan dana tali kasih kepada mereka. Bupati Dana berharap kedepannya lebih banyak lagi atlet dari Karangasem yang membela Bali di ajang Pra PON dan PON.
Baca juga:
Di Desa Baturinggit, Bupati Gede Dana Sebut Telah Naikkan Penyaluran Dana Transfer ke Desa
“Pemerintah terus mengupayakan menggali bibit atlet di Karangasem, salah satunya dengan menggelar berbagai turnament seperti Pekan Olahraga Kecamatan (Porcam), untuk selanjutnya dibina secara berkelanjutan. Kita target pada PON 2028 sebanyak 10 persen atlet Karangasem mampu membela Bali di ajang itu,” ujar Bupati Dana.
Sementara itu, Ketua KONI Karangasem, I Gede Suadi mengatakan ada tujuh atlet yang bakal mengikuti babak kualifikasi Pra PON. Dari tujuh tersebut, empat sudah memastikan tampil di PON Aceh 2024 mendatang.
"Atlet yang mengikuti ajang ini, diantaranya dari cabor futsal, judo, wushu, petanque," ucapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Karangasem
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3499 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1321 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 690 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun