Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hamas Pakai Teknologi Kuno Kelabui Intelijen Sebelum Serang Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lewat laporan intelijen, Amerika Serikat (AS) mengungkap bagaimana Hamas melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu, 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.400 orang. Menurut intelijen AS, serangan itu sudah lama direncanakan sebelumnya oleh Hamas.
Laporan itu juga membeberkan bagaimana cara kelompok militan Palestina ini menyerang tanpa terdeteksi oleh AS maupun pihak Israel, yang terkenal dengan agen intelijennya yang hebat.
Hamas menghindari teknologi modern yang ada sekarang untuk berkomunikasi dan memilih cara cerdik yakni menggunakan cara kuno untuk menyebarkan informasi.
Hamas berkomunikasi melalui jaringan telepon kabel yang dibangun di dalam sebuah terowongan di bawah Gaza. Komunikasi tersebut tidak terdeteksi oleh intelijen AS dan Israel.
Selama dua tahun para pejuang Hamas melakukan komunikasi dengan cara kuno seperti itu. Dalam kurun waktu tersebut, perencanaan operasi dibuat dan komunikasi dilakukan sambil menghubungi ratusan anggotanya.
Sama sekali tidak ada pergerakan selama periode Hamas merencanakan operasi, hingga akhirnya serangan mematikan dilakukan pada Sabtu 7 Oktober 2023, yang menjadi serangan terbesar Hamas ke Israel dalam sejarah konflik ini.
Selain itu, laporan juga menyebut Hamas berhasil lolos dari deteksi AS dan Israel, karena memilih tidak memakai komputer atau ponsel. Para anggota Hamas hanya berkomunikasi pada area-area yang telah ditentukan.
"Tidak banyak diskusi dan bolak-balik serta koordinasi di luar area terdekat," ujar salah satu sumber, dilansir CNN, dikutip Sabtu (4/11).
Kantor Direktur Intelijen Nasional AS menolak berkomentar mengenai cara Hamas mengelabui mereka sebelum serangan 7 Oktober lalu, Kedutaan Besar Israel di Washington juga enggan menanggapi laporan tersebut.
Peringatan strategis sebenarnya telah diperoleh pihak intelijen AS dan Israel, tapi keduanya tidak dapat mengantisipasi serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober lalu.
Hamas membangun terowongan di Gaza selama lima belas tahun terakhir. Israel Defense Forces (IDF) menyebut terowongan itu sebagai 'metro Gaza'.
Berdasarkan informasi, terowongan yang dibuat Hamas berbentuk labirin yang luas, yang di dalamnya menjadi tempat penyimpanan roket, amunisi, dan lokasi para militan bergerak tanpa diketahui musuh.
IDF menyatakan bahwa 'metro Gaza' merupakan tempat pusat komando Hamas dan juga kendali penting sebelum Hamas bergerak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan