Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Menteri Israel Sebut Bisa Pakai Nuklir di Gaza, Netanyahu Kelabakan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kelabakan karena seorang menterinya membuat gaduh dengan menyebut Tel Aviv kemungkinan memakai senjata nuklir dalam konflik di Jalur Gaza.
Netanyahu pun segera bertindak 'mendisiplinkan' menterinya itu yang dianggap melontarkan pernyataan gegabah.
Diberitakan Reuters, kantor Netanyahu merilis pernyataan bahwa Menteri Warisan Budaya Israel Amihay Eliyahu telah diskors dari sejumlah pertemuan "sampai pemberitahuan lebih lanjut".
"Pernyataan Eliyahu tidak didasarkan pada kenyataan. Israel dan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) beroperasi sesuai dengan standar tertinggi hukum internasional untuk menghindari melukai orang yang tidak bersalah. Kami akan terus melakukannya sampai kami menang," demikian bunyi pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Minggu (5/11).
Hukuman skors tersebut dijatuhkan setelah Eliyahu melontarkan pernyataan dalam sebuah wawancara radio tentang opsi penggunaan nuklir dalam konflik di daerah kantong Palestina. Menteri dari partai sayap kanan Otzma Yehudit itu mengatakan hal tersebut merupakan "salah satu cara".
Pernyataan Eliyahu lantas mendapat kecaman keras dari seluruh negara Arab. Seorang pejabat Amerika Serikat bahkan turut menyebut pernyataannya itu "tidak pantas."
"Pernyataan rasialis Menteri Israel Eliyahu telah terungkap. Dia tidak hanya mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir, tapi juga menegaskan realitas pandangan rasis yang menjijikkan terhadap rakyat Palestina," bunyi pernyataan bersama Liga Negara-negara Arab.
"Jelas itu adalah pernyataan yang tidak pantas dan perdana menteri telah sangat jelas mengatakan bahwa dia [Eliyahu] tidak bicara atas nama pemerintah," kata seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri AS.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, juga sampai menyerukan pemecatan kepada Eliyahu atas pernyataannya.
Lapid menyebut pernyataan Eliyahu "mengejutkan dan gila oleh seorang menteri yang tidak bertanggung jawab."
"Dia merugikan keluarga korban penculikan, merugikan masyarakat Israel dan merusak kedudukan internasional kami," ucapnya di X, seperti dikutip Anadolu Ajansi.
Baik Eliyahu maupun pemimpin partainya sendiri tidak termasuk dalam kabinet perang, kabinet baru bentukan Netanyahu yang mengurus soal agresi di Gaza. Mereka juga tidak punya pengetahuan mendalam soal kemampuan nuklir Israel.
Setelah membuat heboh, Eliyahu membuat pernyataan di media sosial bahwa ucapannya itu hanyalah metafora.
"Siapa pun yang paham sudah pasti tahu bahwa pernyataan soal nuklir tersebut adalah metaforis," ucapnya.
Namun dia menambahkan, "Tanggapan yang kuat dan tidak proporsional terhadap terorisme pasti diperlukan, yang akan menjelaskan kepada Nazi dan pendukungnya bahwa terorisme tidak berharga."
Juru bicara Hamas, sementara itu, menyatakan bahwa Eliyahu mewakili "terorisme kriminal Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya (yang) merupakan bahaya bagi seluruh wilayah dan dunia."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun