Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kronologi Siswi SMP di Sukawati Jatuh dari Gedung Lantai 3
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang siswi SMP negeri di Kecamatan Sukawati, inisial IC (14) jatuh dari gedung lantai 3 sekolah pada Selasa (7/11) sekitar Pukul 08.00 WITA. Akibatnya kaki siswi itu patah.
Menurut informasi, kejadian berlangsung jam pelajaran. Siswi ini sempat izin keluar kelas dan naik ke gedung lantai 3.
Di bawah, kebetulan ada siswa pelajaran olahraga yang melihatnya. Siswi itu, dari atas hanya tampak melambaikan tangan lalu melompat. Sekolah langsung heboh dan korban dilarikan ke rumah sakit.
Kepala SMPN 3 Sukawati, I Made Cikra membenarkan kejadian itu. "Benar ada siswa kami perempuan jatuh dan sudah ditangani oleh Polsek Sukawati, anak sudah segera dibawa ke rumah sakit utk mendapat perawatan," jelasnya.
Korban selamat namun mengalami patah pada kaki. "Alasan jatuh belum pasti kami ketahui. Yang jelas saat ini, anak itu sedang dirawat di Sanglah," tegasnya.
Made Cikra mengatakan akan memberikan pengarahan kepada seluruh warga sekolah agar tetap berhati-hati. "Hari ini sekolah seperti biasa, kami berikan pengarahan kepada siswa agar hati-hati. Supaya siswa juga terbuka jika ada mengalami suatu permasalahan," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun