Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Sahroni Respons PAN Soal NasDem Menang Banyak di Pemerintahan Jokowi
beritabali.com/cnnindonesia.com/Sahroni Respons PAN Soal NasDem Menang Banyak di Pemerintahan Jokowi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni menanggapi Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi yang menilai Partai NasDem menang banyak karena termasuk partai di pemerintahan tetapi seperti oposisi.
NasDem mengatakan membangun pemerintahan bukan berpatokan pada menang dan kalah.
"Kayak main judi aja ada menang ada kalah," ujar Sahroni kepada wartawan, Minggu (12/11), dikutip dari detik.
Menurut Sahroni, partainya mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga tahun 2024.
Sahroni lantas meminta partai lain untuk berkaca terkait sindiran oposisi.
"NasDem bukan partai banci. NasDem solid dukung Jokowi sampai akhir masa jabatan selesai 2024. Kalau sampai ada yang bilang rasa oposisi mestinya yang ngomong itu mesti ngaca sama dirinya saja," jelas Sahroni.
Dia mengatakan NasDem memberikan masukan dan saran semata-mata agar pemerintahan menjadi kuat. Justru, Sahroni menilai partai pemerintah yang tidak memberikan masukan itu hal yang aneh.
Sebelumnya,Viva menyinggung suasana koalisi pemerintah Jokowi menjelang Pemilu 2024.
Dia menyindir NasDem sebagai partai pemerintah tetapi terasa seperti oposisi.
"Suasana koalisi pemerintahan menjelang pemilu membuat konfigurasi ada partai pemerintah rasa oposisi. Secara de jure dan de facto masih menjadi bagian koalisi pemerintah, tetapi demi meningkatkan elektoral kandidat yang diusung menjadikan dirinya berada di barisan oposisi," ucap Viva kepada wartawan, Sabtu (11/11), dikutip dari detik.
"Itulah yang saya katakan masih mau duduk di pemerintahan tapi bertindak dan rasanya seperti oposisi, he-he... Jadinya menang banyak dong," kata dia.
Diberitakan, Ketum NasDem Surya Paloh menilai kondisi Indonesia makin memprihatinkan.
Paloh mengatakan penyelewengan yang awalnya berada di level tertentu kini sudah terjadi di semua level.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan