Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Netanyahu Sebut Bantuan Bahan Bakar ke RS Gaza Ditolak, Hamas Bantah
beritabali.com/cnnindonesia.com/Netanyahu Sebut Bantuan Bahan Bakar ke RS Gaza Ditolak, Hamas Bantah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding tawaran untuk bantuan bahan bakar ke rumah sakit Al Shifa di Gaza, Palestina telah ditolak diterima faksi Hamas.
Demikian pernyataan Netanyahu menjawab wawacara NBC News akhir pekan lalu. Melansir dari Reuters, Netanyahu mengklaim pihaknya memerhatikan kondisi memprihatinkan di rumah sakit di Gaza karena keterbatasan suplai energi untuk mendukung perawatan dan pengobatan medis.
"Kami malah menawarkan, tadi malam, untuk memberi mereka bahan bakar yang cukup untuk mengoperasikan rumah sakit, mengoperasikan inkubator, dan sebagainya, karena kami (tidak) berperang sama sekali dengan pasien atau warga sipil," kata Netanyahu.
IDF mengepung wilayah-wilayah di Gaza baik lewat serangan udara maupun darat pada akhir pekan lalu, seraya menuding milisi Hamas menggunakan rumah sakit sebagai tameng untuk bersembunyi.
"Kami menawarkan bahan bakar ke rumah sakit Shifa, mereka [Hamas] menolaknya," ujar Netanyahu.
"Hamas, (yang) bersembunyi di rumah sakit dan menempatkan diri di sana, tidak menginginkan bahan bakar untuk rumah sakit...mereka ingin mendapatkan bahan bakar yang akan mereka bawa dari rumah sakit ke terowongan mereka, ke mesin perang mereka," imbuh Netanyahu.
Bukan hanya itu, dia mengatakan militer Israel (Israel Defense Force) pun sudah siap membantu evakuasi para bayi dari rumah sakit Al Shifa pada Minggu lalu.
Di sisi lain, faksi Hamas di Gaza membantah pernyataan Netanyahu bahwa pihaknya menolak bantuan 300 liter untuk penggunaan medis di rumah sakit Al Shifa.
"Tawaran tersebut meremehkan rasa sakit dan penderitaan para pasien yang terjebak di dalam tanpa air, makanan, atau listrik. Jumlah [bantauan bahan bakar dari Israel] ini tidak cukup untuk mengoperasikan generator rumah sakit selama lebih dari tiga puluh menit," demikian pernyataan Hamas.
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Hamas tidak terkait dengan manajemen rumah sakit Al-Shifa.
"Dan (Hamas) juga bukan bagian dari struktur pengambilan keputusannya. (Rumah sakit) sepenuhnya tunduk pada otoritas kementerian kesehatan Palestina," tegas faksi itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan