Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
6 Bayi Prematur di RS Al Shifa Gaza Meninggal Akibat Tak Ada Listrik
beritabali.com/cnnindonesia.com/6 Bayi Prematur di RS Al Shifa Gaza Meninggal Akibat Tak Ada Listrik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan seorang bayi prematur yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Al Shifa meninggal dunia pada Senin (13/11) waktu Palestina. Sehingga, jumlah korban meninggal di RS tersebut menjadi enam bayi.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza juga mengungkapkan kepada AFP terdapat dua pasien lainnya yang meninggal dunia, sehingga total menjadi sembilan korban jiwa.
Hal ini mengikuti Al Shifa yang tidak bisa lagi beroperasi lantaran tidak ada listrik, air, maupun makanan. Rumah sakit tersebut digempur oleh militer Israel selama tiga malam tanpa henti.
"Hampir setiap menit terjadi pemboman yang sangat kejam, dengan tujuan untuk membuka jalan memasuki kompleks (rumah sakit)," kata Direktur Jenderal Kemenkes Palestina Munir Al-Borsh kepada Al Jazeera.
Al-Borsh juga mengatakan gempuran itu dilakukan Israel guna menghalangi ambulans keluar masuk dari dan ke rumah sakit.
Senada, kepala ahli bedah di Rumah Sakit Al Shifa, Marwan Abusada, mengatakan penembakan dan pemboman terjadi terus menerus di area rumah sakit.
"Anda mendengarnya setiap detik di sekitar Rumah Sakit Al Shifa. Tidak ada yang bisa keluar, tidak ada yang bisa masuk. Orang-orang yang mencoba mengevakuasi diri dari rumah sakit, mereka ditembak di jalanan. Beberapa terbunuh, beberapa terluka," ucapnya kepada Al Jazeera.
Sehingga, star medis di RS Al Shifa kesulitan menguburkan 100 orang yang tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza.
Dilansir Al Jazeera, dia menyebut situasi ini membahayakan kesehatan para pekerja rumah sakit, yang juga kini sedang menghadapi penumpukan limbah medis di dalam kompleks rumah sakit.
Agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, memasuki hari ke-37. Jumlah korban tewas melampaui 11.100 orang dari sisi Palestina hingga Minggu (12/11).
Dari total tersebut, lebih dari 8.000 di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Sementara, lebih dari 28 ribu orang mengalami luka-luka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan