Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
6 Bayi Prematur di RS Al Shifa Gaza Meninggal Akibat Tak Ada Listrik
beritabali.com/cnnindonesia.com/6 Bayi Prematur di RS Al Shifa Gaza Meninggal Akibat Tak Ada Listrik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan seorang bayi prematur yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Al Shifa meninggal dunia pada Senin (13/11) waktu Palestina. Sehingga, jumlah korban meninggal di RS tersebut menjadi enam bayi.
Selain itu, Kementerian Kesehatan Gaza juga mengungkapkan kepada AFP terdapat dua pasien lainnya yang meninggal dunia, sehingga total menjadi sembilan korban jiwa.
Hal ini mengikuti Al Shifa yang tidak bisa lagi beroperasi lantaran tidak ada listrik, air, maupun makanan. Rumah sakit tersebut digempur oleh militer Israel selama tiga malam tanpa henti.
"Hampir setiap menit terjadi pemboman yang sangat kejam, dengan tujuan untuk membuka jalan memasuki kompleks (rumah sakit)," kata Direktur Jenderal Kemenkes Palestina Munir Al-Borsh kepada Al Jazeera.
Al-Borsh juga mengatakan gempuran itu dilakukan Israel guna menghalangi ambulans keluar masuk dari dan ke rumah sakit.
Senada, kepala ahli bedah di Rumah Sakit Al Shifa, Marwan Abusada, mengatakan penembakan dan pemboman terjadi terus menerus di area rumah sakit.
"Anda mendengarnya setiap detik di sekitar Rumah Sakit Al Shifa. Tidak ada yang bisa keluar, tidak ada yang bisa masuk. Orang-orang yang mencoba mengevakuasi diri dari rumah sakit, mereka ditembak di jalanan. Beberapa terbunuh, beberapa terluka," ucapnya kepada Al Jazeera.
Sehingga, star medis di RS Al Shifa kesulitan menguburkan 100 orang yang tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza.
Dilansir Al Jazeera, dia menyebut situasi ini membahayakan kesehatan para pekerja rumah sakit, yang juga kini sedang menghadapi penumpukan limbah medis di dalam kompleks rumah sakit.
Agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, memasuki hari ke-37. Jumlah korban tewas melampaui 11.100 orang dari sisi Palestina hingga Minggu (12/11).
Dari total tersebut, lebih dari 8.000 di antaranya adalah anak-anak dan perempuan. Sementara, lebih dari 28 ribu orang mengalami luka-luka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun