Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Putin Ogah Damai di Ukraina: Kita Terpaksa Pakai Kekerasan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Vladimir Putin mengatakan tujuan Rusia di Ukraina tetap tak berubah dan tak ada perdamaian antara kedua negara ini hingga tujuan tercapai.
Pernyataan itu terungkap saat Putin menggelar konferensi pers akhir tahunan pertama sejak invasi Ukraina, Kamis (14/12).
Putin mengatakan perdamaian akan mungkin terjadi setelah "denazifikasi, demiliterisasi, dan status netral" Ukraina.
Rusia menuduh pemerintah Ukraina sangat terpengaruh kelompok "nasionalis radikal" dan neo-Nazi. Negara pemimpin Volodymyr Zelensky itu juga begitu ingin bergabung dengan NATO, tindakan yang membahayakan Negeri Beruang Merah.
Mengenai demiliterisasi, lanjut Putin, Ukraina diklaim enggan bernegosiasi.
"Sehingga kami terpaksa mengambil tindakan lain, termasuk tindakan militer. Entah kita setuju atau kita harus menyelesaikan [masalah ini] dengan kekerasan," imbuh Putin, dikutip Al Jazeera.
Putin mengatakan sekitar 617.000 tentara Rusia kini berada di Ukraina, termasuk sekitar 244.000 tentara cadangan.
Dia lalu menegaskan saat ini tidak ada kebutuhan untuk mobilisasi pasukan cadangan lebih lanjut, karena sekitar 486.000 orang telah mendaftar secara sukarela sebagai tentara kontrak.
Dalam kesempatan itu, Putin juga mengatakan Ukraina kehilangan sejumlah pasukan terbaik di Kherson.
"Saya yakin, ini tragedi bagi mereka," ujar dia.
Jelang dua tahun perang, Ukraina hanya mengalami sedikit kemajuan meski melancarkan serangan balasan. Rusia juga tak membuat kemajuan nyata usia merebut Bakhmut pada Mei lalu.
Putin juga menyinggung hubungan perang ini dengan Barat. Ia berulang kali menuntut Ukraina tetap netral dan tak bergabung dengan aliansi militer NATO.
"Keinginan yang tak terkendali menyusup ke perbatasan kita, memasukkan Ukraina ke dalam NATO, semua ini menyebabkan tragedi ini," kata Putin.
Dia kemudian berujar, "Mereka memaksa kita melakukan tindakan ini."
Konferensi pers Putin kali ini merupakan yang pertama sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Pada Desember di tahun yang sama, Putin untuk pertama kalinya dalam satu dekade, tak menggelar konferensi.
Tahun ini, tema utama konferensi yakni pertempuran di Ukraina, pembayaran ke tentara dan keluarga mereka, hingga ekonomi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2497 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun