Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rusia Siagakan Rudal Antarbenua Raksasa Yars
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia telah memuat tambahan rudal balistik antarbenua Yars ke dalam silo di pangkalan Kozelsk di wilayah Kaluga, barat daya Moskow.
Rudal itu adalah RS-24 sepanjang 23 meter yang dirancang membawa sejumlah multiple independently targetable reentry vehicle (MIRV). Teknologi ini membuat rudal itu bisa menargetkan beberapa hulu ledak ke sasaran yang berbeda.
"Di kompleks Kozelsky, Pasukan Rudal Strategis memasukkan rudal balistik antarbenua Yars ke dalam silo peluncuran," kata Kementerian Pertahanan Rusia, diberitakan Reuters, Minggu (17/12).
Kementerian Pertahanan merilis cuplikan video rudal raksasa itu diangkut ke silo dan dimasukkan ke dalam lubang poros. Video itu diiringi dentuman musik rock.
Rusia memiliki persenjataan nuklir terbesar di dunia, yang diikuti Amerika Serikat. Kedua negara ini mengendalikan lebih dari 90 persen senjata nuklir dunia.
Rusia memiliki sekitar 5.889 hulu ledak nuklir, sementara Amerika Serikat punya sekitar 5.244. Data yang dipaparkan Federasi Ilmuwan Amerika Serikat itu juga menjelaskan masing-masing negara memiliki sekitar 1.670 hulu ledak nuklir strategis yang sudah dikerahkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2786 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun