Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Eks Tentara Bayaran Rusia Corrales Disebut Bantu Agresi Israel ke Gaza
beritabali.com/cnnindonesia.com/Eks Tentara Bayaran Rusia Corrales Disebut Bantu Agresi Israel ke Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel dilaporkan mulai meminta bantuan tentara bayaran dari berbagai negara dalam melancarkan agresi brutalnya ke Jalur Gaza Palestina.
Sebagian tentara bayaran ini sebelumnya pernah terlibat invasi Rusia di Ukraina. Salah satu media ternama Spanyol, El Mundo, melaporkan seorang tentara bayaran asal negara itu, Pedro Diaz Flores Corrales, membantu Israel menggempur Gaza dengan bayaran fantastis.
El Mundo bahkan merilis foto Corrales yang terlihat berada di pos pemeriksaan dekat Jalur Gaza bersama tentara lainnya.
"Jadi saya melakukannya demi ekonomi, demi uang. Mereka (Israel) membayar dengan sangat baik, mereka menawarkan peralatan bagus dan pekerjaan yang tenang. Biayanya US$4.187 (Rp64,9 juta) per minggu, selain misi lengkap," ucap Corrales kepada El Mundo.
Nama Corrales terkenal setelah pria 27 tahun itu sempat ikut membantu Rusia menginvasi Ukraina. Corrales aktif dalam operasi kemanusian saat bergabung dengan tentara Rusia di Ukraina.
Namanya menjadi sorotan lantaran tentara Rusia sempat mengumumkan kematian Corrales di medan perang.
Moskow juga sempat menuding Corrales memotong jari-jari tentara yang tewas di medan perang.
Sementara itu, El Mundo melaporkan peran Corrales di Gaza adalah membantu menyediakan dukungan keamanan terhadap konvoi tentara Israel.
"Kami hanya menyediakan dukungan keamanan kepada tentara Israel yang ada di Jalur Gaza. Kami tidak bertarung langsung dengan Hamas atau turun langsung dalam baku tembak," ucap Corrales seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO) pertengahan November lalu.
"Kami bertanggung jawab atas keamanan pos pemeriksaan dan kontrol akses di perbatasan Gaza dan Yordania. Ada banyak PMC [perusahaan militer swasta] di sini dan mereka berbagi pekerjaan. Secara tradisional mereka menjaga terminal perbatasan antara Eliat dan Aqaba," tambahnya.
Selain tentara bayaran dari Spanyol, Israel juga disebut merekrut tentara swasta dari berbagai negara lain seperti Jerman, Italia, hingga Ukraina.
Laporan media Ukraina sempat membuat gempar lantaran berisikan dugaan bahwa para tentara bayaran yang sempat terlibat dalam invasi Rusia ke Ukraina kini beralih berperang untuk Israel di Gaza.
Israel memang masih terus membombardir Jalur Gaza Palestina tanpa ampun sejak 7 Oktober lalu. Setelah gencatan senjata berakhir pada akhir November lalu, Israel malah menyerukan fase baru agresi militernya ke Jalur Gaza.
Per Rabu (20/12), sebanyak lebih dari 19.600 warga Palestina di Gaza tewas akibat agresi brutal Israel sejak 7 Oktober lalu. Sebanyak 70 persen korban tewas itu adalah anak-anak dan perempuan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan