Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Afsel Murka Gegara Warganya Gabung Militer Israel, Bakal Hukum Berat
beritabali.com/cnnindonesia.com/Afsel Murka Gegara Warganya Gabung Militer Israel, Bakal Hukum Berat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Afrika Selatan murka dan akan memberikan hukuman berat bagi warga negara ini yang bergabung dengan militer Israel saat agresi terus berlanjut di Palestina.
Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menyampaikan "kekhawatiran yang mendalam" terkait laporan soal warga dan penduduk permanen negara ini telah bergabung atau mempertimbangkan untuk masuk militer Israel pada Senin (18/12).
Mereka menyatakan siapa saja yang akan bergabung ke Pasukan Pertahanan Israel (Israeli Defence Forces/IDF) harus melalui komite dan wajib mendapat persetujuan dari kementerian.
"Siapa pun yang bergabung dengan IDF tanpa izin dari pemerintah merupakan pelanggaran hukum dan bisa dituntut," demikian rilis Kemlu Afsel, dikutip New Arab.
Lebih lanjut, Kemlu menyatakan warga negara Afrika Selatan yang memperoleh naturalisasi terancam dicabut kewarganegaraannya.
Di bawah program 'Mahal' pemerintah Israel, militer bisa merekrut orang-orang Yahudi dari seluruh dunia. Hampir semua negara Barat tidak memiliki undang-undang yang melarang warga negaranya berperang untuk Israel.
Selain itu, sejumlah besar warga negara ganda Israel sering bertugas di militer Israel, sebagai tentara aktif, cadangan, atau sukarelawan.
Afrika Selatan mendukung Palestina usai agresi Israel ke negara itu pada 7 Oktober.
Pada November lalu, anggota parlemen Afrika Selatan memutuskan untuk menangguhkan hubungan diplomatik dengan Israel, meski resolusi tersebut sebagian besar hanya bersifat simbolis.
Afsel juga menyerukan agar Israel diseret Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.
Pada November lalu, menteri kantor kepresidenan Afsel mengatakan mengabdi untuk Israel atau negara lain mana pun adalah tindakan ilegal.
Para pemimpin kulit hitam dan aktivis gerakan hak-hak sipil di Afrika Selatan juga menyamakan pengalaman mereka di bawah apartheid dan kondisi warga Palestina saat ini.
Kelompok hak asasi manusia juga menuduh Israel mempraktikkan apartheid terhadap warga Palestina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3294 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 706 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman