Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Presiden Palestina: Yang Terjadi di Gaza Lebih Ngeri dari Hari Nakba
beritabali.com/cnnindonesia.com/Presiden Palestina: Yang Terjadi di Gaza Lebih Ngeri dari Hari Nakba
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali buka suara soal agresi brutal Israel di Jalur Gaza yang berlangsung hampir dua bulan.
Abbas bahkan menganggap agresi Israel yang kini telah menewaskan lebih dari 20.900 warga Palestina itu lebih mengerikan dibandingkan tragedi Nakba pada 1948.
"Apa yang terjadi di Gaza lebih besar dan mengerikan dibandingkan Nakba pada 1948. Kami ingin penghentian perang di Gaza secara total dan komprehensif, dan juga pengiriman bantuan," kata Abbas dalam pidato terbarunya di Ramallah pada Selasa (26/12) seperti dikutip Al Jazeera.
Nakbamerupakan sebutan warga Palestina terhadap peristiwa eksodus massal yang menimpa setidaknya 750 ribu orangArab di negara itu pada 1948. Nakba sendiri berarti 'kehancuran'. Warga Palestina terus memperingati Nakba pada 15 Mei.
Sementara itu, 14 Mei 1948 merupakan hari di mana Kepala Badan Yahudi David Ben-Gurion, mengumumkan pembentukan negara Israel. Namun, harga mahal harus dibayarkan warga Palestina demi terbentuknya negara mayoritas Yahudi tersebut.
Dalam pidatonya, Abbas juga mencibir Amerika Serikat yang selalu menggunakan hak vetonya setiap ada voting resolusi di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal gencatan senjata di Gaza.
Abbas juga menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja terus melancarkan agresi ke Jalur Gaza demi membinasakan warga Palestina.
"Rencana Netanyahu dan pemerintahannya itu untuk memusnahkan warga Palestina. Israel ingin mengusir warga Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat," ucap Abbas seperti dikutip Al Jazeera.
"Harapan datang dan Gaza akan kembali seperti semula dan lebih baik, Insya Allah," ucap Abbas menambahkan.
Alih-alih menyetop agresi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu malah mengatakan tak akan ada perdamaian di Gaza sebelum milisi Hamas hancur.
Dalam pidatonya pada Selasa, Netanyahu bahkan bersumpah bakal mengintensifkan pertempuran dalam beberapa hari mendatang.
Dia juga mengatakan mendukung pengusiran warga Palestina secara halus dengan narasi "migrasi sukarela."
Niatan Netanyahu itu datang kala dunia internasional makin berbalik menentang agresi militer Israel yang kian brutal. Sejumlah sekutu Israel seperti Prancis, Inggris, hingga Amerika Serikat bahkan telah mengutarakan kekhawatiran soal operasi militer Israel yang telah memakan banyak korban warga sipil.
Prancis bahkan menjadi negara Barat dan sekutu Israel pertama yang mendesak gencatan senjata segera di Jalur Gaza.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan