Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tsunami 40 cm-1,2 M Terjadi di Tiga Tempat Usai Gempa Guncang Japan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tsunami dengan ketinggian 40 cm hingga 1,2 meter dilaporkan telah terjadi di tiga wilayah di Jepang usai gempa magnitudo 7,4, Senin (1/1).
Dilansir dari NHK, tiga wilayah yang diterjang tsunami itu adalah Kota Wajima di Prefektur Ishikawa, Kota Toyama di Prefektur Toyama dan di Kota Kashiwazaki di Prefektur Niigata.
NHK menyebut tsunami di Wajima tiba pukul 16.21 waktu setempat. Warga di Wajima memang dari awal sudah diminta mengungsi secepat mungkin usai gempa.
Sementara di Toyama dilaporkan tsunami yang menerjang setinggi 80 cm pada pukul 16.35 waktu setempat.
"Di Kashiwazaki terpantau tsunami setinggi 40 cm pada pukul 16.36," demikian kantor berita Jepang itu melaporkan.
Sejak gempa mengguncang, peringatan tsunami memang sudah dikeluarkan. Bahkan diwaspadai tsunami bisa mencapai 5 meter.
Badan Meteorologi juga mewaspadai bencana susulan seperti tanah longsor dan bangunan ambruk usai gempa terutama di wilayah yang terguncang hebat.
Gempa susulan dengan magnitudo hingga 7 juga diminta untuk diwaspadai hingga 7 hari ke depan, terutama dalam 2 atau 3 hari mendatang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun