Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Politikus Oposisi Korsel Ditikam di Leher Saat Konferensi Pers
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin oposisi Korea Selatan, Lee Jae Myung, ditikam di leher saat menggelar konferensi pers dalam kunjungannya ke kota pelabuhan Busan pada Selasa (2/1) siang.
Lee merupakan pemimpin Partai Demokrat Korsel yang saat ini merupakan oposisi pemerintah.
Kejadian bermula saat Lee tengah mengunjungi lokasi pembangunan bandara baru di Pulau Gadeok tenggara Busan.
Seorang tak dikenal tiba-tiba menyerang Lee dan menikamnya di leher bagian kiri saat dirinya sedang menggelar sesi tanya jawab bersama wartawan dalam konferensi pers seusai kunjungannya itu.
Dikutip kantor berita Korsel Yonhap, pelaku langsung ditangkap di lokasi kejadian. Meski begitu, motif hingga identitas pelaku juga belum diketahui.
Beberapa foto yang beredar di media sosial X memperlihatkan Lee yang mengenakan setelan jas hitam dan kaca mata tergeletak di tanah usai penikaman terjadi.
Dalam beberapa foto, politikus 59 tahun itu dikerubungi banyak orang yang berusaha menolongnya dengan satu orang terlihat menekan luka di lehernya.
Korea Herald melaporkan Lee telah menerima perawatan darurat atas luka di lehernya tersebut. Meski begitu, detail kondisi dan tingkat keparahan luka yang dialami Lee belum jelas.
Namun, beberapa media Korsel melaporkan luka yang dialami Lee cukup serius.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan