Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
1.110 Tahun Usia Prasasti Blanjong Sanur, Kekayaan Sejarah Kebanggaan Kota Denpasar
bbn/dok beritabali/1.110 Tahun Usia Prasasti Blanjong Sanur, Kekayaan Sejarah Kebanggaan Kota Denpasar.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Selain tersohor sebagai destinasi wisata, kawasan Sanur ternyata memiliki kekayaan sejarah yang umurnya lebih dari seribu tahun. Adalah Prasasti Blanjong (Belanjong), sebuah catatan kuno yang memuat sejarah tertulis tertua tentang Pulau Bali.
Diistilahkan dengan nama lain, yakni Jaya Stambha / Jaya Cihna, yang bermakna "Tugu Kemenangan", sebuah peringatan akan digelar pada 4 Februari 2024 mendatang di Insitu Prasasti Blanjong dan Pura Dalem Blanjong, untuk memperingati 1.110 (seribu seratus sepuluh) tahun usia ditancapkannya prasasti yang terletak di Desa Blanjong, Sanur Kauh itu.
Hal ini disampaikan perwakilan Komunitas Sinau Cagar Budaya (Sigarda), Wayan Sila Sayana, saat bertemu dengan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di Kantor Wali Kota Denpasar, pada Jumat (19/1) pagi.
Wayan Sila menguraikan, pada momentum peringatan itu, beberapa acara akan digelar. Antara lain, pembacaan Kekawin "Wirama Sardula Wikridita", dan pementasan Tari Topeng Koreo Tunggal oleh Rumah Topeng Sanur, pimpinan Made Kara.
Selain itu, kesempatan itu juga akan diisi dengan sebuah diskusi bertajuk Singha Dwara Pura, sebuah kota pelabuhan yang hilang.
"Diskusi ini sendiri, melibatkan beberapa pihak, yakni BRIN, BPK, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana dan penggiat budaya lainnya. Ada juga beberapa anggota kami, dari Komunitas Sigarda dan Komunitas Bala Legoe Gondong," jelas Wayan Sila.
Sebagai sebuah catatan sejarah kuno, Prasasti Blanjong sendiri tergolong unik, karena bertuliskan dua macam huruf yakni, huruf Pra-Nagari yang menggunakan Bahasa Bali Kuno, serta huruf Kawi dengan menggunakan Bahasa Sanskerta dan Bali Kuno, yang ditulis secara silang.
"Dalam Prasasti Blanjong disebutkan kata Walidwipa, yang merupakan sebutan untuk Pulau Bali, yang dikeluarkan oleh Raja Bali Adipatih Sri Kesari Warmma (Dewa). Beliau berstana di Singhadwara Pura. Sebagai sebuah catatan sejarah, yang usianya lebih dari seribu tahun, melalui peringatan ini kami ingin menyampaikan terutama kepada generasi muda agar ikut melestarikannya," lanjutnya.
Wayan Sila juga menuturkan, tak hanya Prasasti Blanjong, di kawasan itu, juga banyak ditemukan tinggalan yang diduga sebagai Benda Cagar Budaya. Bahkan di beberapa titik di lokasi Blanjong, ditengarai juga masih banyak benda sejarah yang terpendam.
Sementara itu, Wali Kota Denpasar, Jaya Negara dalam kesempatan itu mengapresiasi semangat dan loyalitas Komunitas Sigarda Bali yang telah berupaya ikut melestarikan keberadaan Prasasti Blanjong sebagai sebuah catatan sejarah kuno.
"Kota Denpasar tentu perlu berbangga terhadap keberadaan Prasasti Blanjong sebagai sebuah catatan sejarah. Memasuki 1.110 tahun usianya, saat ini, Prasasti Blanjong bahkan merupakan cagar budaya tingkat nasional yang bisa menjadi media pembelajaran sejarah bagi generasi muda kita," kata Jaya Negara.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan