Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
PM Israel Netanyahu Tolak Lagi 2 Syarat Pembebasan Sandera Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak syarat negosiasi dari kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Hamas sebelummya mengajukan dua syarat bagi Israel sebagai imbal balik pembebasan sandera yang ditawan kelompok tersebut.
Syarat yang diajukan Hamas adalah penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza dan kembali mengakui Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Netanyahu kemudian menyatakan bahwa memenuhi dua syarat dari Hamas itu sama saja dengan mengabaikan upaya pasukan Israel sia-sia dalam menjalankan operasi militer.
"Kami menolak syarat penyerahan pasukan (Israel) yang diminta Hamas. Kami tidak bisa menjamin keselamatan warga kami jika kami menerima ini," kata Netanyahu seperti dikutip dari Al Jazeera.
"Kami tidak akan bisa membawa pulang sandera dengan selamat dan 7 Oktober medatang hanya masalah waktu," tuturnya lagi.
Netanyahu pun bersikeras menolak mengakui kemerdekaan Palestina meski tekanan internasional semakin kuat terhadapnya.
Amerika Serikat bahkan blak-blakan menegaskan mendukung kemerdekaan Palestina, meski Washington membela alasan Tel Aviv melakukan agresi militer di Jalur Gaza.
Kelompok yang mengatasnamakan keluarga dan kerabat para sandera bahkan semakin kuat mendesak Netanyahu agar segera memakai cara selain operasi militer untuk pembebasan sandera.
Mereka kembali melakukan demonstrasi mengepung rumah Netanyahu. Massa tidak akan mau pulang sebelum Israel berhasil membebaskan sandera dari Hamas.
"Jika Perdana Menteri memutuskan untuk mengorbankan sandera, dia harus menunjukkan kepemimpinan dan secara terbuka berbagi posisinya dengan publik Israel," demikian pernyataan perwakilan massa tersebut.
Jurnalis Al Jazeera, Hamdan Salhut, melaporkan dari Jerusalem Timur bahwa para kerabat dan keluarga sandera sama sekali tidak didengar oleh pemerintah Netanyahu.
"Mereka dilupakan dan diabaikan. Ada pula silang pendapat di dalam kabinet perang Netanyahu. Sejumlah anggota mengatakan kemungkinan kelahan total Hamas bukan tujuan yang realistis bagi pemerintah. Ada pula yang mendesak pemilihan umum segera digelar sehingga publik percaya dengan pemerintah," kata Salhut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1982 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun