Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PM Israel Netanyahu Tolak Lagi 2 Syarat Pembebasan Sandera Hamas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak syarat negosiasi dari kelompok perlawanan Palestina, Hamas.
Hamas sebelummya mengajukan dua syarat bagi Israel sebagai imbal balik pembebasan sandera yang ditawan kelompok tersebut.
Syarat yang diajukan Hamas adalah penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza dan kembali mengakui Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Netanyahu kemudian menyatakan bahwa memenuhi dua syarat dari Hamas itu sama saja dengan mengabaikan upaya pasukan Israel sia-sia dalam menjalankan operasi militer.
"Kami menolak syarat penyerahan pasukan (Israel) yang diminta Hamas. Kami tidak bisa menjamin keselamatan warga kami jika kami menerima ini," kata Netanyahu seperti dikutip dari Al Jazeera.
"Kami tidak akan bisa membawa pulang sandera dengan selamat dan 7 Oktober medatang hanya masalah waktu," tuturnya lagi.
Netanyahu pun bersikeras menolak mengakui kemerdekaan Palestina meski tekanan internasional semakin kuat terhadapnya.
Amerika Serikat bahkan blak-blakan menegaskan mendukung kemerdekaan Palestina, meski Washington membela alasan Tel Aviv melakukan agresi militer di Jalur Gaza.
Kelompok yang mengatasnamakan keluarga dan kerabat para sandera bahkan semakin kuat mendesak Netanyahu agar segera memakai cara selain operasi militer untuk pembebasan sandera.
Mereka kembali melakukan demonstrasi mengepung rumah Netanyahu. Massa tidak akan mau pulang sebelum Israel berhasil membebaskan sandera dari Hamas.
"Jika Perdana Menteri memutuskan untuk mengorbankan sandera, dia harus menunjukkan kepemimpinan dan secara terbuka berbagi posisinya dengan publik Israel," demikian pernyataan perwakilan massa tersebut.
Jurnalis Al Jazeera, Hamdan Salhut, melaporkan dari Jerusalem Timur bahwa para kerabat dan keluarga sandera sama sekali tidak didengar oleh pemerintah Netanyahu.
"Mereka dilupakan dan diabaikan. Ada pula silang pendapat di dalam kabinet perang Netanyahu. Sejumlah anggota mengatakan kemungkinan kelahan total Hamas bukan tujuan yang realistis bagi pemerintah. Ada pula yang mendesak pemilihan umum segera digelar sehingga publik percaya dengan pemerintah," kata Salhut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan