Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Warga Israel Serbu Rumah Netanyahu Lagi, Siram Jalan Pakai Cat Merah
beritabali.com/cnnindonesia.com/Warga Israel Serbu Rumah Netanyahu Lagi, Siram Jalan Pakai Cat Merah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Massa Israel kembali menyerbu sekitar rumah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menggelar unjuk rasa di Yerusalem pada Senin (22/1) malam waktu setempat.
Para pedemo ini menuntut kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata. Mereka menyiram jalan dekat kediaman Netanyahu dengan cat merah, demikian dikutip Al Jazeera.
Menurut laporan Times of Israel aksi siram cat merah ini berlangsung di Jalan Azza, Yerusalem.
Warga juga membawa banner bertuliskan "darah para sandera di tangan Anda." Beberapa yang lain mengangkat poster kerabat atau anggota keluarga yang masih disandera.
Di media sosial X video aksi itu beredar luas. Di rekaman tersebut tampak sekelompok orang berjalan sembari membentangkan banner berbahasa Ibrani.
Mereka berjalan di atas aspal yang sudah tersiram cat merah.
Demo di dekat kediaman Netanyahu bukan kali pertama. Pada November lalu, mereka melaksanakan aksi serupa.
Di demonstrasi November lalu, warga menyebut Netanyahu adalah bencana bagi Israel dan menuntut dia mundur dari kursi PM.
"Bibi berbahaya, mundur sekarang!" demikian tulisan di salah satu poster pedemo. Bibi merupakan panggilan akrab Netanyahu.
Netanyahu kini berada dalam tekanan usai nyaris empat bulan Israel melancarkan agresi ke Palestina.
Keluarga kerabat yang masih disandera mendesak Netanyahu segera membuat kesepakatan dengan Hamas sehingga para sandera bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
Sementara itu, pihak oposisi mempertanyakan keputusan yang akan diambil pemerintah apakah akan terus perang atau memilih fokus pembebasan sandera.
Upaya damai Israel dan Hamas masih terus diusahakan Qatar dan Mesir. Hamas mengajukan tawaran penarikan total pasukan Israel dan mengakui kelompok ini sebagai pemerintahan di Jalur Gaza.
Namun, Netanyahu menolak persyaratan itu. Dia menilai tawaran tersebut menyia-nyiakan usaha pasukan Israel selama ini.
Israel juga disebut-sebut telah mengajukan tawaran baru. Usulan ini mencakup jeda pertempuran dua bulan dan pembebasan seluruh sandera secara bertahap.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan