Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Suami Sakit, Dadong Nayi Berharap Putranya Sembuh dari Gangguan Jiwa
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kehidupan nenek Nayi atau disapa dadong Nayi yang renta kurang beruntung. Di usia senja, menginjak 70 tahun, nenek asal Banjar Suwat Kelod, Desa Suwat, Kecamatan Gianyar itu tidak bisa berbuat banyak selain mengandalkan bantuan dermawan.
Nenek Nayi memiliki suami yang sakit tua. "Pekak terbaring terus tidak bisa bangun," ujar Dadong Nayi. Selanjutnya, putra pertamanya sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
Sedangkan, putra keduanya mengalami gangguan kejiwaan. "Sekarang di Bangli (dirawat di RS Jiwa Bangli, Red)," ujar dia. Kesehariannya, nenek Nayi tergolong hidup sederhana.
Untuk makan sehari-hari, nenek Nayi hanya mengandalkan bantuan dermawan. "Saya tidak kuat lagi bekerja," ujarnya.
Memang dari pemerintah desa telah membantu berupa bantuan sosial. Jumlahnya cukup untuk keperluan makan saja.
Kemudian, dia juga mendapat uluran tangan dari kerabat dan dermawan di desa. Namun bantuan dermawan tidak rutin. Kerabat yang membantu pun tak banyak, seikhlasnya saja. "Sehari-hari, makan yang ada saja. Kalau ada yang membantu, terima kasih," jelas dia.
Tidak banyak yang bisa diharapkan selain pasrah menjalani hidup. Dia hanya bisa berdoa agar putranya segera sembuh dari sakit, dan bisa menjalani masa depan yang cerah.
"Mudah-mudahan anak saya cepat sehat. Biar bisa mengurus orang tuanya," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan