Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Makin Intens, Korea Utara Kembali Uji Coba Tembak Rudal Jelajah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korea Utara menembakkan lagi satu ronde rudal jelajah pada Selasa (30/1), dalam serangkaian uji coba rudal beberapa waktu terakhir.
Militer Korea Selatan melaporkan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal jelajah Korut pada Selasa pagi dari kawasan pantai baratnya.
Korsel pun menyatakan pihaknya kini tengah menganalisa secara terperinci dan memperkuat pengawasan lewat kerja sama dengan Amerika Serikat, demikian dikutip dari AFP.
Tidak seperti rudal balistik, uji coba rudal jelajah Korut tidak dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sanksinya kepada Pyongyang. Sebab, rudal jelajah tidak secanggih rudal balistik yang sulit dideteksi dan dicegat.
Uji coba rudal jelajah kali ini menyusul serangkaian tes yang sama pada Minggu (28/1) di perairan Pelabuhan Sinpo. Korut saat itu menembakkan rudal jelajah dari kapal selam dari perairan timur.
Menurut pengamat, peluncuran rudal jelajah Korut belakangan dilakukan lantaran Korut sedang memproduksi massal pesanan Rusia.
"Diyakini bahwa Korea Utara telah memulai produksi massal rudal jelajah yang dipesan Rusia," kata Ahn Chan-il, warga Korut yang kini menjadi peneliti yang mengelola Institut Dunia untuk Studi Korea Utara.
"Sepertinya mereka sedang melakukan percobaan rudal (yang dipesan Rusia) ini di laut, yang menyebabkan gangguan pada Korea Selatan dan Amerika Serikat," lanjut dia.
Selama ini, Korea Utara diyakini memasok persenjataan ke Rusia untuk perang negara itu dengan Ukraina.
Dugaan itu pun diperkuat dengan lawatan pemimpin tertinggi Korut Kim Jong Un ke Rusia pada September lalu untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin memang menyatakan akan memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.
Seiring dengan ini, menurut Ahn, semua rudal Korut perlu menjalani minimal lima tes sebelum akhirnya dikerahkan ke medan perang.
"Selama perang Ukraina, rudal jelajah telah memainkan peran penting bagi Rusia dalam menargetkan fasilitas strategis di Ukraina," kata Hong Min, seorang analis senior di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional di Seoul.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan