Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Andalkan Jualan Ceper, Nenek Niang Kaper Berjuang Besarkan Cucu Yatim Piatu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang nenek, Desak Niang Kaper (80) yang berasal dari Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar hidup dalam keterbatasan ekonomi. Nenek sudah ditinggal kakek, bahkan anaknya juga sudah meninggal.
Nenek kini membesarkan cucunya seorang diri. Cucunya I Dewa Gede Purwadinata (13) kini duduk di bangku kelas 7 SMPN 2 Gianyar.
Dewa Purwadinata merupakan anak yatim piatu yang ditinggal meninggal dunia oleh ibu dan bapak sudah meninggal.
Saat ini, dirinya diasuh oleh Niangnya yang bekerja mengandalkan menjahit ceper dan tamas (alas Banten).
Namun karena faktor usia, Niang Kaper tidak sekuat dulu. Sehingga hanya bisa berusaha bekerja sebagai semampunya. Sang nenek berusaha bekerja demi cucunya yang yatim piatu itu bisa makan.
Nenek mengaku sudah mendapatkan bantuan PKH dari pemerintah. "Tapi untuk bekal sekolah cucu, saya usaha dari jualan ceper dan Porosan," ujar dia.
Dia berusaha cucunya itu bisa tetap melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. "Penghasilan saya sehari tidak tentu. Bisa buat ceper 100, jadi dapat Rp 12 ribu sehari," ungkap dia.
Ia mengaku mendapatkan bantuan juga dari dermawan untuk membantu dapur. Untuk ke sekolah, cucunya kadang naik angkot atau diantar temannya.
"Saya harap cucu dapat bantuan biar bisa dibantu sampai SMA," pintanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7849 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5635 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan