Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Remaja di PPU Bunuh Satu Keluarga, Motif Diduga Dendam dan Asmara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Satu keluarga di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) ditemukan tewas bersimbah darah. Pelaku pembunuhan terungkap yakni remaja berinisial J (16) yang merupakan tetangga korban.
Ada lima orang yang tewas dibunuh pelaku. Kelima korban yakni ayah bernama WA (34), istrinya bernama SW (33) lalu tiga anaknya bernama RJS (14), VD (10), dan ZA (2,5).
Tak hanya membunuh, pelaku juga juga memperkosa anak pertama korban yang saat itu sudah tewas.
Peristiwa itu terjadi di rumah korban yang berada di Desa Babulu Lalut, Kecamatan Babulu, pada Selasa (6/2) dini hari sekitar 02.00 WITA.
"Kalau dari pengakuan pelaku, korban (anak pertama) sudah meninggal baru diperkosa. Jadi posisinya korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan baju," ujar Kapolres PPU, AKBP Supriyanto dikutip detikcom, Selasa (6/2).
Supriyanto menjelaskan, pelaku J ini lebih dulu menghabisi nyawa orang tua dan adik Risna. Kemudian melakukan pembunuhan terakhir terhadap korban RJS.
"Jadi dia habisi ayahnya dulu di dekat pintu, kemudian ibunya, lalu adiknya. Korban anak pertama (terakhir dibunuh) iya, itu di kamar sebelah," terangnya.
Usai melakukan aksi pembunuhan tersebut, pelaku pulang ke rumahnya dan mengganti baju. Setelah itu, pelaku tiba-tiba mengajak kakaknya melapor ke Ketua RT jika terjadi pembunuhan di rumah sebelah mereka.
"Iya ini terungkap karena pelaku melapor ke RT bersama kakaknya, saat ke rumah Pak RT dia sudah mandi, ganti baju, dan parangnya sudah dicuci, hanya saja saat kami konfrontir pernyataannya tidak sesuai dan akhirnya mengakui perbuatannya," ungkapnya.
Motif pembunuhan
Saat ini motif pelaku masih diselidiki. Polisi mengungkap ada dua kemungkinan permasalahan yang menjadi motif pelaku melakukan perbuatannya, yakni dendam karena helm pelaku yang tak kunjung dikembalikan hingga asmara.
"Hingga saat ini dari analisa kami masih ada dua kemungkinan. Yang sementara ini diakui oleh yang bersangkutan itu memang karena dendam, berawal seringnya cekcok karena masalah ayam lah, juga pihak korban anak pertama (Ratna) ini pinjam helm tiga hari tidak dikembalikan," ujar Supriyanto.
Selain itu, pelaku juga mengaku pernah berpacaran dengan anak pertama korban. Pelaku pun diduga cemburu sebab anak pertama korban saat ini sudah memiliki pacar baru.
"Demikian informasi lain bahwa pelaku dan korban pernah berpacaran. Ternyata pihak korban punya pacar lain," bebernya.
Supriyanto menegaskan pihaknya masih akan mendalami pengakuan pelaku. Sebab, kondisi pelaku masih belum stabil.
"Mungkin juga ada unsur itu. Ini masih kami dalami lagi (nanti) setelah pelaku ini stabil," ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku J dijerat dengan Pasal 340 sub 338 sub 36 juncto 76C UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan