Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Remaja di PPU Bunuh Satu Keluarga, Motif Diduga Dendam dan Asmara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Satu keluarga di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) ditemukan tewas bersimbah darah. Pelaku pembunuhan terungkap yakni remaja berinisial J (16) yang merupakan tetangga korban.
Ada lima orang yang tewas dibunuh pelaku. Kelima korban yakni ayah bernama WA (34), istrinya bernama SW (33) lalu tiga anaknya bernama RJS (14), VD (10), dan ZA (2,5).
Tak hanya membunuh, pelaku juga juga memperkosa anak pertama korban yang saat itu sudah tewas.
Peristiwa itu terjadi di rumah korban yang berada di Desa Babulu Lalut, Kecamatan Babulu, pada Selasa (6/2) dini hari sekitar 02.00 WITA.
"Kalau dari pengakuan pelaku, korban (anak pertama) sudah meninggal baru diperkosa. Jadi posisinya korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan baju," ujar Kapolres PPU, AKBP Supriyanto dikutip detikcom, Selasa (6/2).
Supriyanto menjelaskan, pelaku J ini lebih dulu menghabisi nyawa orang tua dan adik Risna. Kemudian melakukan pembunuhan terakhir terhadap korban RJS.
"Jadi dia habisi ayahnya dulu di dekat pintu, kemudian ibunya, lalu adiknya. Korban anak pertama (terakhir dibunuh) iya, itu di kamar sebelah," terangnya.
Usai melakukan aksi pembunuhan tersebut, pelaku pulang ke rumahnya dan mengganti baju. Setelah itu, pelaku tiba-tiba mengajak kakaknya melapor ke Ketua RT jika terjadi pembunuhan di rumah sebelah mereka.
"Iya ini terungkap karena pelaku melapor ke RT bersama kakaknya, saat ke rumah Pak RT dia sudah mandi, ganti baju, dan parangnya sudah dicuci, hanya saja saat kami konfrontir pernyataannya tidak sesuai dan akhirnya mengakui perbuatannya," ungkapnya.
Motif pembunuhan
Saat ini motif pelaku masih diselidiki. Polisi mengungkap ada dua kemungkinan permasalahan yang menjadi motif pelaku melakukan perbuatannya, yakni dendam karena helm pelaku yang tak kunjung dikembalikan hingga asmara.
"Hingga saat ini dari analisa kami masih ada dua kemungkinan. Yang sementara ini diakui oleh yang bersangkutan itu memang karena dendam, berawal seringnya cekcok karena masalah ayam lah, juga pihak korban anak pertama (Ratna) ini pinjam helm tiga hari tidak dikembalikan," ujar Supriyanto.
Selain itu, pelaku juga mengaku pernah berpacaran dengan anak pertama korban. Pelaku pun diduga cemburu sebab anak pertama korban saat ini sudah memiliki pacar baru.
"Demikian informasi lain bahwa pelaku dan korban pernah berpacaran. Ternyata pihak korban punya pacar lain," bebernya.
Supriyanto menegaskan pihaknya masih akan mendalami pengakuan pelaku. Sebab, kondisi pelaku masih belum stabil.
"Mungkin juga ada unsur itu. Ini masih kami dalami lagi (nanti) setelah pelaku ini stabil," ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku J dijerat dengan Pasal 340 sub 338 sub 36 juncto 76C UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan