Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Israel Tutup Telinga dari Kritik AS, Serang Lagi Gaza Bunuh 9 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel kembali menyerang Jalur Gaza dan kota Rafah di perbatasan Mesir pada Jumat (9/2). Dalam serangan ini setidaknya 9 orang tewas, termasuk anak-anak dan wanita.
Melansir South China Morning Post, serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden mengkritik bahwa perilaku Israel di Jalur Gaza "berlebihan."
Serangan Israel kali ini menghantam warga di Rafah dan sebuah taman kanak-kanak yang digunakan sebagai tempat pengungsian. Korban tewas dan terluka dibawa ke rumah sakit terdekat.
Israel belakangan rutin melancarkan serangan udara ke daerah pengungsian di Rafah. Israel mengklaim wilayah tersebut adalah tempat Hamas.
Mereka menganggap Hamas bertanggung jawab atas jatuhnya korban sipil karena beroperasi dari wilayah sipil.
Pasukan darat Israel memang masih fokus pada kota Khan Younis, tepat di utara Rafah. Namun, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berulang kali memperingatkan bahwa Rafah akan menjadi sasaran berikutnya.
Hal ini pun sontak menimbulkan kepanikan di antara ratusan ribu pengungsi.
Di sisi lain, pernyataan Netanyahu juga membuat khawatir Mesir. Negeri Piramida itu mengatakan operasi darat apa pun di wilayah Rafah atau perpindahan massal melintasi perbatasan akan merusak perjanjian perdamaian yang telah berusia 40 tahun dengan Israel.
Selain itu, perbatasan Gaza-Mesir yang sebagian besar tertutup juga merupakan pintu masuk utama bantuan kemanusiaan.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat korban tewas warga Palestina akibat perang telah melampaui 27.840 orang. Tak hanya itu, seperempat penduduk Gaza juga menderita kelaparan.
Sebelumnya, Biden menyebut respons militer Israel di Gaza berlebihan. Ia mengatakan sedang mengupayakan jeda berkelanjutan untuk membantu warga sipil Palestina yang sakit.
"Saya berpandangan tindakan respons di Jalur Gaza sudah berlebihan," kata Biden dikutip dari Reuters.
Biden mengaku mendorong kesepakatan terkait normalisasi hubungan diplomatik Arab Saudi dan Israel, meningkatkan bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina, dan jeda perang untuk memungkinkan pembebasan sandera Israel di Gaza.
"Saya berusaha sangat keras sekarang untuk menangani gencatan senjata. Ada banyak orang tidak bersalah yang kelaparan, banyak orang tidak bersalah yang berada dalam kesulitan dan sekarat. Ini harus dihentikan," imbuhnya.
Ini menjadi salah satu kritik publik Biden yang paling tajam, terhadap pemerintah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Padahal saat awal agresi Israel di Palestina, Biden menuai banyak kritik keras karena menyebut kematian warga Palestina yang tak bersalah sebagai harga dari peperangan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun