Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Taiwan Laporkan Kemunculan 8 Balon 'Mata-Mata' China Saat Imlek
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Minggu, 11 Februari 2024, mereka telah mendeteksi delapan balon China melintasi Selat Taiwan dalam 24 jam sebelumnya, lima di antaranya terbang melintasi Taiwan, hari kedua berturut-turut mereka melaporkan sejumlah besar balon.
Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya, telah mengeluh sejak Desember 2023 mengenai balon-balon tersebut, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan penerbangan dan upaya perang psikologis.
Dalam laporan hariannya mengenai aktivitas militer China, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya melihat balon pertama pada 10 Februari 2023, tepatnya pagi hari dan yang terakhir pada sore hari, setelah sebelumnya mereka melihat jumlah balon yang sama pada 9 Februari lalu.
Seperti dilansir The Straits Times, Berdasarkan peta yang dijabarkan Kementerian Pertahanan Taiwan, lima di antara balon itu melintasi bagian utara dan tengah Taiwan.
Kementerian Pertahanan China tidak menjawab saat dimintai komentarnya mengenai balon-balon tersebut. Baik China maupun Taiwan saat ini sedang merayakan liburan Tahun Baru Imlek, momen paling penting bagi etnis Tionghoa.
Bulan lalu, pemerintah China menampik keluhan berulangkali Taiwan mengenai balon-balon itu, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut ditujukan untuk keperluan meteorologi dan tidak boleh dibesar-besarkan karena alasan politik.
Pesawat-pesawat tempur China beroperasi setiap hari di Selat Taiwan dan sering melintasi garis tengah, yang sebelumnya menjadi penghalang tidak resmi antara kedua belah pihak. China menyatakan tidak mengakui keberadaan garis tersebut.
Taiwan telahmemilih Wakil Presiden Lai Ching-te sebagai presiden berikutnya pada Januari lalu. China menggambarkan Lai Ching-te sebagai sosok separatis yang berbahaya.
Lai, yang akan mulai menjabat sebagai Presiden Taiwan pada Mei nanti, telah menawarkan pembicaraan dengan China, namun ditolak. Dia mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka.
Potensi China menggunakan balon untuk memata-matai muncul menjadi isu global pada Februari lalu, ketika Amerika Serikat menembak jatuh balon mata-mata China. Negeri Tirai Bambu itu mengatakan balon itu adalah pesawat sipil yang tidak sengaja tersesat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5908 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan