Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Taiwan Laporkan Kemunculan 8 Balon 'Mata-Mata' China Saat Imlek
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pada Minggu, 11 Februari 2024, mereka telah mendeteksi delapan balon China melintasi Selat Taiwan dalam 24 jam sebelumnya, lima di antaranya terbang melintasi Taiwan, hari kedua berturut-turut mereka melaporkan sejumlah besar balon.
Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya, telah mengeluh sejak Desember 2023 mengenai balon-balon tersebut, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut merupakan ancaman terhadap keselamatan penerbangan dan upaya perang psikologis.
Dalam laporan hariannya mengenai aktivitas militer China, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya melihat balon pertama pada 10 Februari 2023, tepatnya pagi hari dan yang terakhir pada sore hari, setelah sebelumnya mereka melihat jumlah balon yang sama pada 9 Februari lalu.
Seperti dilansir The Straits Times, Berdasarkan peta yang dijabarkan Kementerian Pertahanan Taiwan, lima di antara balon itu melintasi bagian utara dan tengah Taiwan.
Kementerian Pertahanan China tidak menjawab saat dimintai komentarnya mengenai balon-balon tersebut. Baik China maupun Taiwan saat ini sedang merayakan liburan Tahun Baru Imlek, momen paling penting bagi etnis Tionghoa.
Bulan lalu, pemerintah China menampik keluhan berulangkali Taiwan mengenai balon-balon itu, dengan mengatakan bahwa balon-balon tersebut ditujukan untuk keperluan meteorologi dan tidak boleh dibesar-besarkan karena alasan politik.
Pesawat-pesawat tempur China beroperasi setiap hari di Selat Taiwan dan sering melintasi garis tengah, yang sebelumnya menjadi penghalang tidak resmi antara kedua belah pihak. China menyatakan tidak mengakui keberadaan garis tersebut.
Taiwan telahmemilih Wakil Presiden Lai Ching-te sebagai presiden berikutnya pada Januari lalu. China menggambarkan Lai Ching-te sebagai sosok separatis yang berbahaya.
Lai, yang akan mulai menjabat sebagai Presiden Taiwan pada Mei nanti, telah menawarkan pembicaraan dengan China, namun ditolak. Dia mengatakan hanya rakyat Taiwan yang bisa menentukan masa depan mereka.
Potensi China menggunakan balon untuk memata-matai muncul menjadi isu global pada Februari lalu, ketika Amerika Serikat menembak jatuh balon mata-mata China. Negeri Tirai Bambu itu mengatakan balon itu adalah pesawat sipil yang tidak sengaja tersesat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun