Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
De Gadjah Sebut Pengamanan Pecalang untuk Prabowo Sudah Sejak Jokowi-Ahok
Bentuk Kecintaan pada Adat-Budaya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya menanggapi terkait Pecalang Bali dilibatkan dalam pengamanan dan pengawalan ring 1 kampanye akbar Prabowo-Gibran di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (10/2/2024).
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran provinsi Bali itu membantah pecalang dilibatkan dalam event politik. Menurutnya, dilibatkannya Pecalang sudah dilakukan di setiap event skala nasional karena bentuk kecintaan Prabowo dengan adat istiadat dan budaya nusantara.
"Salah satunya yang kaya adat istiadat adalah Bali dengan satuan pengamanan adatnya yakni pecalang," ujarnya.
Pecalang Bali ini, kata dia, ditugaskan untuk pengawalan VIP khusus pengawalan Prabowo dan pimpinan lainnya untuk membuat pengamanan dengan skema pagar betis dan pagar hidup.
"Kita dari tahun 2012 saat kampanye Jokowi-Ahok terus dilibatkan sampai sekarang. Walau sudah menjadi Ketua DPD asal muasal saya jadi pengamanan ya pimpinan partai ya saya tidak akan lupa karena darisana awal mula tugas saya sebagai membantu pengamanan dan pengawalan," ungkap Ketua Pertina Bali itu.
Baca juga:
200 Advokat di Bali Deklarasi Kawal Prabowo-Gibran, De Gadjah Beber Dapil Rawan Kecurangan
Awal mula dimintanya pecalang terlibat dalam kampanye akbar bermula saat kedatangan Prabowo ke Bali beberapa waktu lalu. Tim pengamanan Prabowo meminta De Gadjah untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye akbar. Pihaknya menyatakan siap, dari awalnya hanya meminta 25 orang, namun saat mendekati Hari H (H-1) tim pengamanan Prabowo meminta 150 orang.
"Kami jawab siap. Last minute H-1 nambah minta 150 orang, kami hanya bisa mencapai 47 karena sulit jika memesan tiket pesawat mendadak," ungkapnya.
Terlebih kondisi De Gadjah saat itu sudah mulai meriang sejak Jumat (9/2/2024) jadi terkendala untuk mengomandoi barisan pecalang. Kendati demikian, pihaknya menyampaikan barisan pecalang agar mengikuti instruksi komandan yang paham situasi di lapangan.
"Untungnya mereka siap. Saya sampaikan kita disana punya komandan yang paham kita semua, ikuti saja instruksi beliau," ujarnya.
Meski dirinya tergolek lemah di hotel dan tidak bisa ikut di acara kampanye akbar, syukurnya acara berlangsung dengan baik dan lancar.
"Padahal kita ingin berpartisipasi pimpinan di pusat juga paham saya dalam kondisi sakit," ucap De Gadjah yang kondisinya berangsur pulih dari demam tinggi setelah tiba balik di Bali, Minggu (11/2/2024).
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan