Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
De Gadjah Sebut Pengamanan Pecalang untuk Prabowo Sudah Sejak Jokowi-Ahok
Bentuk Kecintaan pada Adat-Budaya
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya menanggapi terkait Pecalang Bali dilibatkan dalam pengamanan dan pengawalan ring 1 kampanye akbar Prabowo-Gibran di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (10/2/2024).
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran provinsi Bali itu membantah pecalang dilibatkan dalam event politik. Menurutnya, dilibatkannya Pecalang sudah dilakukan di setiap event skala nasional karena bentuk kecintaan Prabowo dengan adat istiadat dan budaya nusantara.
"Salah satunya yang kaya adat istiadat adalah Bali dengan satuan pengamanan adatnya yakni pecalang," ujarnya.
Pecalang Bali ini, kata dia, ditugaskan untuk pengawalan VIP khusus pengawalan Prabowo dan pimpinan lainnya untuk membuat pengamanan dengan skema pagar betis dan pagar hidup.
"Kita dari tahun 2012 saat kampanye Jokowi-Ahok terus dilibatkan sampai sekarang. Walau sudah menjadi Ketua DPD asal muasal saya jadi pengamanan ya pimpinan partai ya saya tidak akan lupa karena darisana awal mula tugas saya sebagai membantu pengamanan dan pengawalan," ungkap Ketua Pertina Bali itu.
Baca juga:
200 Advokat di Bali Deklarasi Kawal Prabowo-Gibran, De Gadjah Beber Dapil Rawan Kecurangan
Awal mula dimintanya pecalang terlibat dalam kampanye akbar bermula saat kedatangan Prabowo ke Bali beberapa waktu lalu. Tim pengamanan Prabowo meminta De Gadjah untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye akbar. Pihaknya menyatakan siap, dari awalnya hanya meminta 25 orang, namun saat mendekati Hari H (H-1) tim pengamanan Prabowo meminta 150 orang.
"Kami jawab siap. Last minute H-1 nambah minta 150 orang, kami hanya bisa mencapai 47 karena sulit jika memesan tiket pesawat mendadak," ungkapnya.
Terlebih kondisi De Gadjah saat itu sudah mulai meriang sejak Jumat (9/2/2024) jadi terkendala untuk mengomandoi barisan pecalang. Kendati demikian, pihaknya menyampaikan barisan pecalang agar mengikuti instruksi komandan yang paham situasi di lapangan.
"Untungnya mereka siap. Saya sampaikan kita disana punya komandan yang paham kita semua, ikuti saja instruksi beliau," ujarnya.
Meski dirinya tergolek lemah di hotel dan tidak bisa ikut di acara kampanye akbar, syukurnya acara berlangsung dengan baik dan lancar.
"Padahal kita ingin berpartisipasi pimpinan di pusat juga paham saya dalam kondisi sakit," ucap De Gadjah yang kondisinya berangsur pulih dari demam tinggi setelah tiba balik di Bali, Minggu (11/2/2024).
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun