Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Demo Protes Penundaan Pilpres Senegal Berujung Maut, Tiga Warga Tewas
beritabali.com/cnnindonesia.com/Demo Protes Penundaan Pilpres Senegal Berujung Maut, Tiga Warga Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Aksi protes atas penundaan pemilu presiden Senegal hingga Desember mendatang memakan korban jiwa.
Terbaru, akhir pekan lalu, seperti dilansir Reuters, jumlah total korban tewas bertambah lagi jadi tiga orang.
Aksi protes itu berlangsung setelah keputusan pemerintah negara Afrika barat itu memutuskan menunda pemilu yang seharusnya dijadwalkan pada 25 Februari mendatang. Penundaan itu sendiri disampaikan tiga pekan sebelumnya.
Keputusan itu pun mengundang gelombang aksi pada akhir pekan lalu di Dakar dan sejumlah kota lain di Senegal.
Korban tewas terakhir yang dilaporkan adalah anak muda yang ikut demonstrasi di kota wilayah selatan, Zinguinchor, pada Sabtu (10/2) lalu.
"Kami sudah mencoba untuk menyelamatkannya ketika dia tiba di rumah sakit, tapi sayangnya dia meninggal di intensive care," ujar manager RS Ziguinchor, Ndiame Diop.
Sehari sebelumnya ada dua korban tewas di tengah gelombang aksi protes penundaan pemilu.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi lagi dari Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Senegal. Sebelumnya, kementerian itu hanya mengonfirmasi satu korban tewas yakni seorang mahasiswa di kota Saint-Louis.
Presiden Senegal, Macky Sall, mengatakan penundaan pemungutan suara itu perlu dilakukan karena perselisihan pemilu mengancam kredibilitas proses demokrasi di sana. Namun beberapa anggota parlemen oposisi mengecam tindakan tersebut sebagai "kudeta institusional".
Ketika protes masyarakat meningkat, blok regional Afrika Barat ECOWAS dan negara-negara asing mendesak Sall untuk mengembalikan negara itu ke sistem pemilu yang teratur.
Anggota parlemen oposisi dan kandidat presiden yang menolak penundaan itu telah melayangkan gugatan hukum ke pengadilan. Dan, mereka menyatakan bakal menolak Sall sebagai seorang presiden setelah mandatnya berakhir awal April nanti.
"Kalau Presiden Macky Sall tidak mengembalikan kekuasaan kepada kami pad 3 April, kami akan membuat pemerintahan paralel persatuan nasional,"ujar anggota parlemen dari kubu oposisi, Guy Marius Sagna, Minggu lalu dalam siaran stasiun radio setempat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7727 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan