Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
China Merespons Keras Aksi Israel Serang Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
China langsung merespons keras aksi militer Israel untuk menyerbu kamp pengungsi Palestina di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (13/2).
Kantor berita China Xinhua melaporkan, Kementerian Luar Negeri China mendesak agar Israel segera menghentikan aksinya demi mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar di Rafah.
Beijing langsung bereaksi keras setelah Israel melakukan serangan udara ke kamp Rafah di Gaza, Senin (12/2), sebelum melancarkan serbuan pasukan darat.
China juga menegaskan bahwa Beijing terus memantau secara seksama perkembangan di Rafah.
"Kami menolak dan mengutuk aksi terhadap warga sipil dan hukum internasional. Kami mendesak Israel segera menghentikan operasi militer dan membuat langkah-langkah mencegah korban jiwa di antara warga sipil dan mencegah bencana kemanusiaan di Rafah," demikian pernyataan dari Kemlu China.
Israel sebelumnya melakukan operasi militer membebaskan dua sandera Hamas di Rafah, wilayah selatan Gaza.
Rafah merupakan tempat bagi sekitar 1 juta warga Palestina mengungsi usai agresi brutal Israel selama berbulan-bulan. Ini merupakan lokasi pengungsian terakhir setelah Israel menghancurkan seluruh kamp pengungsian warga.
Militer Israel mengatakan mereka berhasil mengeluarkan Fernando Simon Marman (60) dan Louis Hare (70). Mereka memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Israel dan Argentina. Keduanya merupakan bagian dari 250 orang yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2022.
Baca juga:
AS Sita Pesawat Boeing Venezuela dari Iran
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan para sandera ditahan di lantai dua sebuah gedung, yang kemudian dibobol dengan bahan peledak. Mereka mengklaim terjadi baku tembak sengit dengan gedung-gedung di sekitarnya selama penggerebekan.
"Kami telah lama mengerjakan operasi ini," kata Letkol Richard Hecht dikutip dari Reuters, Selasa (12/2).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan penyelamatan ini menunjukkan bahwa tekanan militer harus terus berlanjut. Ia juga mengabaikan kekhawatiran internasional mengenai rencana serangan darat di Rafah.
"Fernando dan Louis, selamat datang di rumah," katanya sambil memberi hormat kepada pasukan Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan