Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
China Merespons Keras Aksi Israel Serang Rafah
BERITABALI.COM, DUNIA.
China langsung merespons keras aksi militer Israel untuk menyerbu kamp pengungsi Palestina di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, Selasa (13/2).
Kantor berita China Xinhua melaporkan, Kementerian Luar Negeri China mendesak agar Israel segera menghentikan aksinya demi mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar di Rafah.
Beijing langsung bereaksi keras setelah Israel melakukan serangan udara ke kamp Rafah di Gaza, Senin (12/2), sebelum melancarkan serbuan pasukan darat.
China juga menegaskan bahwa Beijing terus memantau secara seksama perkembangan di Rafah.
"Kami menolak dan mengutuk aksi terhadap warga sipil dan hukum internasional. Kami mendesak Israel segera menghentikan operasi militer dan membuat langkah-langkah mencegah korban jiwa di antara warga sipil dan mencegah bencana kemanusiaan di Rafah," demikian pernyataan dari Kemlu China.
Israel sebelumnya melakukan operasi militer membebaskan dua sandera Hamas di Rafah, wilayah selatan Gaza.
Rafah merupakan tempat bagi sekitar 1 juta warga Palestina mengungsi usai agresi brutal Israel selama berbulan-bulan. Ini merupakan lokasi pengungsian terakhir setelah Israel menghancurkan seluruh kamp pengungsian warga.
Militer Israel mengatakan mereka berhasil mengeluarkan Fernando Simon Marman (60) dan Louis Hare (70). Mereka memiliki kewarganegaraan ganda, yaitu Israel dan Argentina. Keduanya merupakan bagian dari 250 orang yang ditangkap Hamas pada 7 Oktober 2022.
Baca juga:
AS Sita Pesawat Boeing Venezuela dari Iran
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan para sandera ditahan di lantai dua sebuah gedung, yang kemudian dibobol dengan bahan peledak. Mereka mengklaim terjadi baku tembak sengit dengan gedung-gedung di sekitarnya selama penggerebekan.
"Kami telah lama mengerjakan operasi ini," kata Letkol Richard Hecht dikutip dari Reuters, Selasa (12/2).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan penyelamatan ini menunjukkan bahwa tekanan militer harus terus berlanjut. Ia juga mengabaikan kekhawatiran internasional mengenai rencana serangan darat di Rafah.
"Fernando dan Louis, selamat datang di rumah," katanya sambil memberi hormat kepada pasukan Israel.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan