Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Obat Alami Untuk Anak Batuk dan Pilek, Aman Tanpa Efek Samping
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Anak yang alami batuk dan pilek tak perlu buru-buru diberi obat. Dokter berikan tips pertolongan pertama pada anak batuk pilek.
Orang Indonesia kerap menganggap pilek sebagai flu. Padahal, anak sebenarnya sakit selesma dengan gejala pilek. Dokter spesialis anak-konsultan Rina Triasih menjelaskan flu timbul akibat virus influenza dan gejalanya lebih berat ketimbang selesma.
"Selesma ini gejalanya ringan, utamanya hidung tersumbat, bersin-bersin. Kalau flu, biasanya anak sakitnya lebih berat," kata Rina dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) beberapa waktu lalu.
Selesma atau common cold merupakan self limited disease atau bisa sembuh dengan sendirinya. Rina berkata tidak ada obat yang efektif untuk menyembuhkan selesma. Gejala selesma biasanya membaik di hari ke-7-10.
Dia menyarankan anak yang selesma cukup diberi banyak minum, dipenuhi kebutuhan nutrisinya dan istirahat.
Lantas, jika anak selesma, apa yang perlu dilakukan orang tua?
Rina berkata penanganan anak yang selesma akan tergantung usianya.
Bayi di bawah setahun
Bayi di bawah setahun dan selesma tidak perlu diberi obat. Menurut Rina, anak cukup diberi minyak hangat di bagian dada dan ditepuk lembut. Tepukan lembut ini juga berfungsi sebagai fisioterapi dada.
"Kalau pilek, ada semprot hidung tapi yang tidak perlu sampai cairannya keluar di lubang hidung sebelah. Itu membantu melembekkan lendir," katanya.
Anak usia lebih besar
Jika batuk tidak terlalu mengganggu, anak tidak perlu diberi obat. Namun saat sudah terlalu mengganggu, WHO merekomendasikan pemberian campuran jeruk nipis dan kecap.
"Kecap satu sendok teh 5 ml, lalu diberi perasan jeruk nipis separuh buah. Untuk berapa kali, WHO tidak menyebutkan secara pasti, tapi bisa 3-4 kali sehari," jelasnya.
Selain itu, anak bisa rutin diberi madu dan air putih hangat. Air putih hangat membantu mengencerkan dahak.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun