Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Houthi Rudal Kapal Dagang Yunani di Laut Merah, AS Turun Tangan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal terhadap kapal dagang milik Yunani, True Confidence, yang tengah berlayar di Laut Merah pada Rabu (6/3).
Insiden tersebut menewaskan tiga awak kapal. Houthi mengonfirmasi serangan fatal perdananya ini sejak menyabotase Laut Merah akhir 2023 lalu.
Langkah tersebut dilakukan Houthi sebagai perlawanan terhadap Israel yang melancarkan agresi brutal ke Palestina sejak 7 Oktober lalu.
Houthi menuturkan serangannya mengenai kapal berbendera Barbados tersebut hingga terbakar ketika berlayar sekitar 50 mil di lepas pantai Teluk Aden, Yaman.
Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menuturkan empat awak kapal lainnya terluka dalam serangan itu. Kapal juga disebut rusak parah dan tenggelam imbas tembakan rudal Houthi.
Sementara itu, dikutip Reuters, perusahaan operator kapal True Confidence mengatakan kapal hanyut dan terbakar. Operator menuturkan hingga kini belum bisa mendapat informasi terkait nasib total 20 awak kapal tersebut.
Puluhan awak kapal itu terdiri dari 15 warga Filipina, empat warga Vietnam, dua warga Sri Lanka, seorang warga India, dan seorang warga Nepal.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan asap terlihat keluar dari True Confidence. Pejabat tersebut, yang juga menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters bahwa sekoci terlihat di perairan dekat kapal.
Sementara itu, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengatakan pihaknya telah menerima laporan terkait insiden ini. Badan itu menuturkan kapal True Confidence telah ditinggalkan oleh para awaknya yang menyelamatkan diri.
"Pasukan koalisi (Inggris dan AS) mendukung dan membantu (penanganan) kapal dan awaknya," kata UKMTO.
Sekretaris jenderal Federasi Pekerja Transportasi Internasional (ITF), Stephen Cotton, menyerukan tindakan segera untuk melindungi kapal-kapal komersial yang berlayar di perairan tersebut.
"Kami secara konsisten memperingatkan komunitas internasional dan industri maritim tentang meningkatnya risiko yang dihadapi para pelaut di Teluk Aden dan Laut Merah. Hari ini... kami melihat peringatan tersebut secara tragis," kata Cotton.
Empat hari lalu, Rubymar, kapal curah milik Inggris, menjadi kapal pertama yang tenggelam akibat serangan Houthi di Laut Merah. Kapal Rubymar tenggelam setelah terapung selama dua minggu usai rusak parah imbas tertembak rudal Houthi.
Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan