Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Seorang Pendaki WNA Dikabarkan Meninggal di Lereng Gunung Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Seorang pendaki dikabarkan meninggal dunia di puncak Gunung Agung, Karangasem, Bali pada Selasa (12/3/2024).
Informasi yang diperoleh, dua orang pemandu lokal langsung naik ke Gunung Agung untuk memastikan kebenaran atas beredarnya informasi terkait adanya seorang pendaki yang meninggal di puncak Gunung Agung.
Setelah sampai pada titik koordinat seperti yang diinformasikan, kedua pemandu itu kemudian memastikan bahwa kabar adanya pendaki yang meninggal dunia benar adanya dengan posisi di ketinggian sekitar 2800 mdpl.
Ketua Forum Pemandu Wisata pendakian Gunung Agung, I Ketut Mudiada juga membenarkan adanya pendaki yang meninggal dunia di kawasan lereng Gunung Agung saat dikonfirmasi.
Hanya saja, hingga berita ini ditulis belum diketahui secara pasti identitas maupun penyebab pendaki itu meregang nyawa di lereng Gunung Agung. Sementara, informasi menyebutkan bahwa pendaki tersebut diduga adalah Warga Negara Asing (WNA).
Ketika dihubungi, Mudiada mengaku sedang dalam persiapan untuk bergabung bersama tim SAR dalam proses evakuasi jenazah pendaki tersebut melalui jalur Pengubengan, Besakih.
"Ya informasinya benar, nanti saya infokan kembali, karena saat ini lagi persiapkan perlengkapan dan logistik untuk partisipasi evakuasi ke Pengubengan," kata Mudiada via whatsapp.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan