Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Musim Hujan Tiba, Warga Samplangan Diminta Waspada Jentik Nyamuk
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Musim hujan disertai cuaca panas datang silih berganti. Biasanya, kondisi itu membuat nyamuk bersarang.
Maka, petugas dari Puskesmas Pembantu hingga Babinsa melakukan upaya door to door menyasar rumah warga. Hal itu diutarakan oleh Babinsa Samplangan, Kelurahan Gianyar, Sertu I Komang Yudiartana.
"Kami memantau dan mendampingi kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang diselenggarakan oleh petugas dari Pustu Samplangan dipimpin oleh Ngakan Bayu bersama petugas Puskesmas Gianyar 1 dan Bidan Pustu Samplangan," ujar dia, Jumat (16/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut Babinsa menyampaikan ke masyarakat bahwa pemberantasan sarang nyamuk adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.
"Terdiri dari menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain, menutup dan mengubur dan untuk mencegah berkembangnya larva nyamuk serta penyebaran virus demam berdarah," jelas dia.
Selanjutnya, petugas juga menyiram bubuk abate kepada tempat tertentu. "Diberikan ke warga yang membutuhkan yang dilakukan oleh petugas," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4729 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2536 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2176 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1793 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1219 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun