Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
Musim Hujan Tiba, Warga Samplangan Diminta Waspada Jentik Nyamuk
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Musim hujan disertai cuaca panas datang silih berganti. Biasanya, kondisi itu membuat nyamuk bersarang.
Maka, petugas dari Puskesmas Pembantu hingga Babinsa melakukan upaya door to door menyasar rumah warga. Hal itu diutarakan oleh Babinsa Samplangan, Kelurahan Gianyar, Sertu I Komang Yudiartana.
"Kami memantau dan mendampingi kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang diselenggarakan oleh petugas dari Pustu Samplangan dipimpin oleh Ngakan Bayu bersama petugas Puskesmas Gianyar 1 dan Bidan Pustu Samplangan," ujar dia, Jumat (16/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut Babinsa menyampaikan ke masyarakat bahwa pemberantasan sarang nyamuk adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus.
"Terdiri dari menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain, menutup dan mengubur dan untuk mencegah berkembangnya larva nyamuk serta penyebaran virus demam berdarah," jelas dia.
Selanjutnya, petugas juga menyiram bubuk abate kepada tempat tertentu. "Diberikan ke warga yang membutuhkan yang dilakukan oleh petugas," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3684 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1358 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1237 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1131 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1078 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun