Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Suami Aniaya dan Sekap Istri di Kandang Sapi Gegara Tak Izin Pergi Kerja
beritabali.com/cnnindonesia.com/Suami Aniaya dan Sekap Istri di Kandang Sapi Gegara Tak Izin Pergi Kerja
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang istri berinisial SP (48) di Jember, Jawa Timur, diduga menjadi korban penganiayaan dan penyekapan.
Baca juga:
PVMBG: Status Gunung Lewotobi Kembali Normal
Korban yang merupakan warga Dusun Krajan, Desa Glundengan, Wuluhan dipukuli hingga disekap di kandang sapi oleh Hermawan atau akrab disapa To Heri (51) yang tak lain suami korban.
Heri tega menganiaya dan menyekap istrinya lantaran tak izin atau pamit untuk pergi bekerja.
"Korban disekap di dalam kandang sapi dekat rumahnya. Diduga karena suaminya marah. Karena korban ini pergi kerja ke luar Pulau Jawa, ke Medan. Tapi korban ini tidak izin atau tidak pamit dengan suaminya," ujar Kapolsek Wuluhan AKP Solekhan Arief, dikutip Detik.com, Jumat (8/3).
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu, kata Arief, dipicu kepergian korban ke Medan pada 23 Desember 2023. Saat itu korban pergi untuk bekerja. Namun tanpa seizin suaminya.
"Berangkat sekitar 23 Desember 2023. Kemudian pulang Senin (4/3) kemarin. Jadi sekitar dua bulanan kerja di luar Pulau Jawa itu. Korban, menurut pengakuannya, bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sana," terangnya.
Malam hari sepulang dari Medan, lanjut Arief, korban dengan suaminya terlibat cekcok. Bahkan korban mengalami penganiayaan.
"Dipukul batang kayu dan tangan kosong oleh pelaku. Sehingga hampir di sekujur tubuhnya mengalami luka lebam. Terutama di bagian kepala dan badannya," kata mantan KBO Satreskrim Polres Jember ini.
Tidak selesai sampai di situ, lanjut Arief, pada Kamis (7/3) petang, korban dikurung di dalam kandang sapi kosong. Tangannya diikat menggunakan tali dan dirantai di tiang dalam kandang.
"Tujuannya diikat itu, agar korban tidak kabur. Tapi beruntung sekitar pukul 9 malam korban dapat kabur dari dalam kandang. Kemudian melarikan diri ke sebuah gudang," kata Arief.
Korban kemudian ditolong oleh warga yang sempat mendengar teriakan minta tolong. Dengan diantar perangkat desa setempat, korban lalu diantar ke Polsek Wuluhan.
"Warga mendengar suara perempuan minta tolong dari arah gudang di wilayah setempat. Saat didatangi, didapati ada perempuan yang ternyata korban KDRT itu," tandasnya.
Terkait kasus ini, kata Arief, Polsek Wuluhan berkoordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Jember. Juga DP3AKB untuk menindaklanjuti trauma psikis yang dialami oleh korban.
"Bahkan korban sendiri juga masih menjalani perawatan di Puskesmas Wuluhan saat ini. Karena juga mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan pelaku," ujarnya.
"Untuk pelaku sudah kami amankan langsung tadi (kemarin) malam oleh Unit Satreskrim Polsek Wuluhan, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik di Polsek Wuluhan," imbuhnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5931 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan