Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
LATAM Airlines Mendadak Turun Tajam Diduga Gegara Pramugari
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu pejabat industri Amerika Serikat mengatakan insiden LATAM Airlines yang mendadak turun tajam terjadi kemungkinan karena kesalahan pramugari.
Pejabat itu mendapat informasi soal bukti awal penyelidikan insiden LATAM Airlines.
Menurut dia, pramugari mungkin tak sengaja menekan tombol di kursi pilot saat menyajikan makanan sehingga mendorong pilot dari posisinya.
Dugaan itu sejalan dengan pesan Boeing yang dikirim ke LATAM Airlines. Peringatan itu mencakup instruksi "untuk memeriksa dan memelihara sakelar [kursi kokpit]."
Boeing juga menyatakan mereka mengirimkan pemberitahuan layanan serupa ke LATAM pada 2017.
"Kami merekomendasikan operator untuk melakukan inspeksi di kesempatan pemeliharaan berikutnya," demikian menurut Boeing, dikutip CNN.
Mereka juga mengklaim telah mulai memberi tahu pilot terkait identifikasi potensi bahaya dengan tombol di bagian belakang kursi pilot.
"Kokpit harus mengetahui betapa penting tak menggunakan tombol di bagian belakang atas kursi pilot ketika kursi sudah terisi," lanjut Boeing.
LATAM Airlines menjadi sorotan usai mengalami turbulensi parah saat terbang dari Sydney, Australia menuju Auckland, Selandia Baru pada 11 Maret.
Pesawat Boeing 783 itu mengalami guncangan hebat sekitar 45 detik. Di insiden itu, ada penumpang terpental sampai ke atap pesawat.
Pilot akhirnya bisa mengendalikan pesawat dan mendarat di bandara Auckland sesuai jadwal.
Maskapai dan petugas kesehatan mengatakan sekitar 50 orang terluka dalam insiden tersebut.
Dalam rilis resmi, LATAM Airlines mengakui terdapat masalah teknis selama penerbangan "yang menyebabkan pergerakan kuat."
Mereka juga mengatakan sejumlah awak kabin dan penumpang terkena dampak insiden itu.
"Latam menyesali ketidaknyamanan dan cedera yang mungkin ditimbulkan oleh situasi ini kepada penumpangnya, dan menegaskan kembali komitmennya terhadap keselamatan sebagai prioritas dalam kerangka standar operasionalnya," demikian pernyataan mereka.
Penyebab pesawat turbulensi parah hingga kini masih diselidiki.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan